Seorang ibu rumah tangga yang ditemui pada hari minggu (21/12) ketika saat mencuci pakaian di parit depan rumahnya di Jln Satria Tangko, Bagansiapiapi mengatakan bahwa hari ibu baginya hanya biasa-biasa saja,tidak ada istimewa dengan adanya peringatan Hari Ibu, 21 Desember.
"Tidak ada istimewanya, Hari Ibu dan bukan Hari Ibu sama saja," ujar Rosmiaty Lakude (40) seorang ibu yang mengaku berasal dari Sulawesi Tengah, yang menetap di Bagansiapiapi sejak 2002.
Rosmiaty mengatakan juga bahwa keistimewaan peringatan Hari Ibu tidak dapat dinikmatinya karena pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga tetap saja dijalaninya. Belanja ke pasar, memasak, mencuci pakaian dan sebagainya yang biasa dikerjakan oleh seorang ibu.
Tidak ada kekhususan bagi dirinya walaupun hanya satu hari. Rosmiaty Lakude mengatakan bahwa dirinya merantau ke Bagansiapiapi karena mengikuti suaminya yang bekerja sebagai seorang pelaut.
Sementera ditempat yang berlainan Nazarida (54), seorang ibu yang mengaku sebagai karyawan BRI cabang Bagansiapiapi juga mengatakan, bahwa Hari Ibu tidak terasa bagi dirinya karena tidak ada istimewanya. "Biasa saja, Senin besok (hari ini) bekerja lagi," ujarnya singkat.
Sedangkan Juliana (40), Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Istiqomah mengatakan, pada Senin (22/12) upacara serimonial peringatan Hari Ibu yang rencananya dipusatkan di depan kantor bupati Rokan Hilir, Jln Merdeka, Bagansiapiapi. Kemudian di sekolah taman kanak-kanak akan dibimbing anak didik bahwa Hari Ibu itu adalah perjuangan kaum ibu jaman dahulu, contohnya perjuangan RA Kartini untuk mengangkat derajat kaum wanita.
"Dahulu kaum wanita dipingit. Saya tidak akan bisa menjadi kepala sekolah seperti saat ini jika perjuangan ibu kartini tidak berhasil," katanya.
Andi WRC, gandi_3368@yahoo.co.id (Bagansiapiapi)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !