INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Presiden SBY bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono tidak akan maju dalam Pilpres 2014 patut ditagih dalam empat tahun mendatang.
Demikian ditegaskan pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi. Menurut dia, pernyataan SBY wajib ditagih publik dalam Pemilu 2014 mendatang.
Kalau Ibu Ani benar-benar gak maju, berarti SBY konsisten. Tapi kalau ada momentum yang membuat Ibu Ani maju, kita bisa menagih, ujar Burhan kepada pers termasuk R Ferdian Andi R dari INILAH.COM di Doekoen Coffee, Jakarta, Sabtu (31/7). Berikut wawancara lengkapnya:
Apa respons Anda atas pernyataan Presiden SBY yang menyebutkan Ibu Ani Yudhoyono tidak akan maju dalam Pilpres 2014 mndatang?
Statement SBY secara terbuka terkait Ani Yudhoyono tak akan maju dalam Pilpres 2014, bukanlah kali pertama, tapi ini pernyataan ketiga kali. Menurut saya ini menjadi catatan penting bagi masyarakat umum dan kita berhak untuk mematrikan pernyataan SBY tadi dan menagihnya di Pemilu 2014 mendatang.
Kalau Ibu Ani benar-benar gak maju, berarti SBY konsisten. Tapi kalau ada momentum yang membuat Ibu Ani maju, kita bisa menagih.
Tapi bagaimana dengan aktivitas politik Ani Yudhoyono beberapa waktu terakhir ini?
Kalau melihat aktivitasnya setahun terakhir, intensitas komunikasi publik, itu sangat banyak. Dia termasuk istri presiden yang manuver politiknya tinggi sekali. Coba bandingkan dengan ibu Ainun Habibie atau Ibu Shinta Nuriyah Wahid.
Bu Ani menggulirkan isu pagar hidup, mobil pintar, penghijauan atau saat sidang parlemen Asia ikut memberi pidato. Kita lihat saja apakah itu bagian untuk menggerakkan popularitasnya atau bagian dari menanam benih untuk konstestasi 2014.
Bagaimana sebenarnya peluang Ani Yudhoyono dalam pemilu 2014?
Tetap ada hak politik Ibu Ani, tapi ada hak rakyat untuk menagih janji SBY bahwa Ani Yudhoyono tidak maju dalam Pilpres 2014. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !