Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lecehkan Jaksa Agung Hanya S1
Yusril Sama Tak Ubahnya Dengan Pengacara
Headline
Yusril Ihza Mahendra - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Dwifantya Aquina
web - Minggu, 1 Agustus 2010 | 08:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan tersangka kasus korupsi Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra terkait tingkat akademik Jaksa Agung yang berada dibawahnya disinyalir merupakan sebuah strategi untuk bertahan. Cara yang digunakan Yusril ini sama persis seperti yang digunakan kebanyakan pengacara.

"Seorang pengacara itu selalu mencari strategi bagaimana cara mempertahankan dirinya, ini sama dengan Yusril. Dia sekarang pakai strategi menyerang, cara menyerang itu adalah strategi untuk bertahan," ujar pengamat hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (1/8).

Menurut Abdul, yang tampak dalam pernyataan Yusril ini adalah sikap yang tidak gentlement. Mantan Menteri Kehakiman dan HAM ini, lanjut dia, seharusnya tak perlu mencari kambing hitam lain untuk keluar dari masalah yang kini tengah menjeratnya.

"Dia tersangka sekarang, kemudian menyerang ulang, padahal tindakan penyerangan dia untuk mempertahankan, membela diri dengan mengungkapkan kesalahan org lain. Dia itu tidak mau masuk ke dalam masalah yang dituduhkan ke dia," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, disela-sela proses persidangannya di Mahkamah Konstitusi terkait Undang-undang Kejaksaan, seputar legalitas Jaksa Agung Hendarman Supandji, Yusril mengungkapkan dirinya enggan menanggapi pertanyaan yang disampaikan penyidik Kejaksaan Agung atas pemeriksaan dirinya sebagai tersangka sisminbakum.

"Saya belum bersedia jawab sebelum ada putusan MK. Lebih baik ditanya oleh hakim, biar saya jelaskan. Daripada berdebat dengan Jaksa Agung. Masa anak S3 debat sama anak S1 kan nggak nyambung lah," ujar Yusril. [tia/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
poet
Minggu, 1 Agustus 2010 | 23:41 WIB
Dalam dunia praktek peradilan,yusril ini cuma NOL BESAR, karena aplikasi teori dan praktek TIDAK SAMA, ibarat doktor ekomomi belum tentu menang dalam berbisnis dengan pengusaha, jadi yusril ini KEBANYAKAN teori,teori dan TEORI....
abu
Minggu, 1 Agustus 2010 | 13:20 WIB
Yup Pak Yusril tepat sekali dalam hal ini, bahkan predikat S1 seorang jaksa menjadi lebih buruk lagi dgn berbagai kasus berbohong dan berdusta.....lihat dusta mereka (termasuk polri) ttg kasus lainnya.
poerbo
Minggu, 1 Agustus 2010 | 09:28 WIB
Tidak etis mem banding2 kan background pendidikan lawannya,yg penting di pengadilan nanti masing2 harus mempertahankan kebenarannya,disini YIM kelihatan sdh kalah set !
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.