INILAH.COM, Jakarta - Sosok Dewi Sinta sebagai wanita atau istri yang setia, tegar dan bijaksana masih relevan dijadikan teladan pada jaman sekarang. Tentu saja ini sebagai kado istimewa hari ibu yang jatuh pada hari ini, Selasa (22/12).
"O masih, masih tetap relevan," kata sutradara sekaligus pemeran utama Sinta Obong Dewi Sulastri saat berbincang-bincang dengan wartawan usai pementasan drama wayang tersebut di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Minggu (21/12) malam.
Ia mengatakan, di jaman modern sekarang ini, di mana nilai-nilai tradisi dan agama banyak tergerus budaya asing yang serba bebas, teladan Sinta justru harus ditonjolkan sebagai pegangan di tengah kehidupan masyarakat dan bangsa.
"Sinta adalah lambang kesetiaan. Jika ini diteladani oleh kaum remaja dan orang dewasa, akan tercipta generasi yang kokoh, tidak rapuh diterjang pengaruh yang buruk," katanya.
"Lebih dari itu, kisah Sinta Obong atau Api Suci Sinta ini juga menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu muncul sebagai pemenang," katanya menambahkan.
Dipentaskan oleh 50 seniman alumnus sekolah seni Jakarta dan Solo yang tergabung dalam paguyuban Swargaloka, drama wayang Sinta Obog mengisahkan peperangan dahsyat antara Rahwana dan Ramawijaya
Rahwana yang menculik Sinta akhirnya dikalahkan. Namun, Ramawijaya sangsi akan kesucian Sinta, yang telah cukup lama berada dalam tahanan Rahwana.
Untuk membuktikan kesuciannya, Sinta pun masuk ke dalam api. Tetapi, sedikitpun tubuhnya tidak terbakar hingga Dewa Brahma turun dari surga dan mengangkatnya keluar dari kobaran api yang hebat.
Disaksikan ratusan penonton, pementasan Sinta Obong ini juga menampilkan sejumlah bintang tamu termasuk Otie Ary Suta sebagai Dewi Pratiwi.[*/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !