INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai berlarut-larutnya proses Pilkada Maluku Utara, pada dasarnya merupakan kesalahan kepala pemerintahan. Pemerintah dinilainya telah menzalimi hak-hak politik dan azasi Abdul Gafur-Fabanyo sebagai pasangan gubernur dan wagub Malut terpilih.
"Saya melihat ada kezaliman politik yang dilakukan pemerintah terhadap pasangan Gafur-Fabanyo. Pasangan ini berdasarkan UU dan semua aturan main pilkada yang sah seharusnya yang dilantik menjadi gubernur dan wagub Malut 2008-2012," ujarnya, saat peluncuran buku Buku Putih Pilkada Malut, di Jakarta, Rabu (24/12).
Menurut Amien, kepala pemerintahan telah memberi kontribusi kesalahan dalam kasus pilkada Malut. Karena secara langsung ataupun tidak langsung melakukan intervensi yang eksesif terhadap hasil proses demokrasi di provinsi itu.
Ketua Dewan Pertimbangan PAN itu juga menyatakan adanya skandal politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus pilkada Malut itu. "Ini hanyalah salah satu contoh betapa nasib daerah dianggap hanya sebagai permainan politik yang enteng dan seenaknya saja," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa kekuasaan tanpa berkah memang selalu gegabah dengan ciri utamanya adalah sikap menyepelekan nasib kebanyakan rakyat. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !