INILAH.COM, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendesak pemerintah untuk kembali menurunkan harga BBM terkait dengan terus melemahnya harga minyak mentah dunia.
HIPMI juga meminta pemerintah transparan dengan adanya kelebihan dana subsidi sehingga dapat dialihkan untuk memberikan insentif bagi UKM, kata Ketua HIPMI Erwin Aksa dalam catatan akhir tahun 2008.
"Kelebihan subsidi dapat digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan insentif bagi UKM yang padat karya dan menggunakan bahan baku dalam negeri," katanya di Jakarta, Rabu (24/12).
Dalam kebijakan harga BBM saat ini, ujarnya, pemerintah harus transparan dalam menetapkan harga BBM yang disesuaikan dengan harga keekonomian. Dengan penurunan harga minyak mentah dunia di bawah US$ 39 per barel, seharusnya harga BBM dapat diturunkan lagi.
Dengan adanya kelebihan subsidi, sebut Arwin, itu dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, yang nantinya berguna sebagai stimulus ekonomi.
"Dunia usaha akan mendapat dampak positif dengan bergeraknya pembangunan infrastruktur," katanya.
Selain itu, kelebihan subsidi juga dapat dipakai sebagai insentif UKM yang banyak menyerap tenaga kerja. Dengan demikian daya beli masyarakat akan terjaga secara merata, yang akhirnya dapat menggerakkan ekonomi nasional.
Selain itu, HIPMI juga mendesak pemerintah untuk mempercepat penyerapan anggaran di awal tahun. Penyerapan ini akan melibatkan dunia usaha dalam pengadaan barang pemerintah maupun pembangunan infrastruktur.
Dengan kepedulian pemerintah ini, tandasnya, dunia usaha akan terhindar dari kejatuhan. Dengan demikian perekonomian nasional akan tetap bergerak.
"Ini menjadi alternatif saat ekonomi global menurun yang berdampak pada penurunan nilai ekspor," tandasnya. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !