INILAH.COM, Jakarta - Ketika harga minyak dunia untuk Januari menyentuh level US$ 31 per barel pada Selasa (23/12) lalu, kemudian digelar rapat koordinasi di gedung Depkeu.
Meski belum pasti ada kaitan atau tidak dengan harga BBM, namun menteri yang hadir saat itu terkait dengan kebijakan harga BBM.
Bertempat di Departemen Keuangan, Menkeu Sri Mulyani menjadi tuan rumah rapat pada Selasa sore itu. Tamunya adalah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzeta. Tetapi tidak hanya level menteri yang hadir kala itu, karena juga terlihat Dirut Pertamina Arie Soemarno beserta jajaran bidang pemasaran.
Rapat tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir selepast maghrib. Ketika dikonfirmasi, Sofyan Djalil mengatakan agenda rapat yang diikutinya menyangkut soal Pertamina.
Sofyan juga belum memastikan ada penyesuaian harga BBM, sebab persoalan alpha masih menggantung. "Termasuk masalah bagaimana kita melihat perubahan harga minyak, masalah subsidi lewat Pertamina," katanya singkat.
Namun pernyataan itu mengisyaratkan bahwa soal alpha yang mengatur biaya distribusi BBM bersubsidi, sedang dipelajari. Selain soal alpha, kompensasi untuk SPBU juga sudah rampung formulasinya.
"Tanya Faisal (Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina), prinsipnya sudah oke," akunya.
Sedangkan Purnomo mengatakan agenda rapat menyangkut sembilan isu minyak dan energi. Salah satunya mendengarkan paparan Pertamina soal alpha.
Menurut dia, pemerintah tinggal memutuskan setelah ada penjelasan dari Pertamina. "Review alpha kan dengan DPR," katanya.
Sementara Paskah lebih tertarik menjelaskan keputusan mempercepat konversi dari minyak tanah ke LPG. Ketika ditanya soal pembahasan harga BBM, ia hanya tersenyum. "Jangan tanya itu dulu ya."
Pada keesokan harinya, besaran alpha sudah ditentukan 8% dengan asumsi kurs rupiah Rp 11.000 per dolar AS. Nah, Kalau persoalan alpha sebagai biaya distribusi BBM bersubsidi sudah diputuskan, berarti tinggal harga BBM-nya yang menunggu diturunkan.
Kalau melihat jadwal Menteri Keuangan Sri Mulyani yang Kamis ini (25/12) sedang melawat ke Jepang hingga 28 Desember mendatang, sepertinya masyarakat dapat kejutan dalam beberapa hari sebelum tahun baru 2009. Atau diumumkan setelah tahun baru sebagai hadiah awal tahun. [tra]