INILAH.COM, Jakarta - Pilihan PDI Perjuangan memilih Darmin Nasution masih menyisakan misteri. Apa alasan PDI Perjuangan memilihnya sebagai Gubernur BI. Padahal, nama Darmin Nasution disebut sebagai salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam kasus Bank Century.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pihaknya tetap konsisten dalam kasus Bank Century. Hanya saja, dalam konteks Darmin Nasution yang terkait kasus Century, pihaknya menerapkan asas praduga tak bersalah.
Persoalannya secara hukum itu mengetahui ada suatu azas yang namanya praduga tidak bersalah, ini jadi jangan dicampur aduk dan jangan terlalu dipolitisir, ujarnya kepada wartawan termasuk R Ferdian Andi R di Sentul International Convention Centre (SICC), saat acara Rapat koordinasi Nasional (Rakornas) PDIP, Rabu (4/8). Berikut wawancara lengkapnya:
Mengapa DPP PDI Perjuangan mengintruksikan anggotanya dua hari sebelum pemilihan Gubernur BI untuk memilih Darmin Nasution?
Saudara sudah mengetahui bahwa keputusan DPP partai, melalui rapat yang diketuai ketua umum arahannya sangat jelas, bahwa sebaik mungkin, jangan diplintir ya, kalau yang ada yang namanya I, itu jangan di voting, karena I itu Indonesia.
Jadi menurut saya suatu hal yang kebablasan kalau TNI lalu nantinya panglimanya divoting, itu urusannya ada yang kalah ada yang menang, jadi mana mungkin itu kan panglima Tentara Nasional Indonesa, itu artinya Indonesia, begitu juga Kapolri, Gubernur BI, ini bank sentral kita.
Jadi untuk kepentingan lebih berbobot kepada kepentingan bangsa dan negara. Nah, persoalannya yang namanya Pak Darmin itu tersebutkan dalam kasus Ventury, itu tetap kita konsisten.
Persoalannya secara hukum ada suatu azas yang namanya praduga tidak bersalah, ini jadi jangan dicampur aduk dan jangan terlalu di politisir. Itulah sikap PDI Perjuangan, mungkin ke depan untuk yang pake I tolong jangan diulangi lagi karena sikap PDIP jelas lebih pada wawasan kebangsaan dan kenegaraan.
Apa benar ada kegelisahan di internal PDI Perjuangan terkait pilihan terhadap Darmin Nasution sebagai Gubernur BI?
Tidak ada.
Bagaimana sikap PDI Perjuangan dengan redenominasi?
Itu susah banget ya, saya sendiri susah menglafalkannya, jadi lebih baik saya bicara dengan bahasa rakyat. Sebenarnya kita sendiri berpikir secara luas. Mestinya jawabannya sudah cukup lugas, sekian juta rakyat kita di berada di bawah kalangan menegah ke atas.
Yang mungkin memegang uang Rp100 ribu dia punya tapi tidak seperti menengah ke atas. Contoh konkret, bagaimana menghitung mereka, kalau yang satuannya tidak tiga angka. Uang receh kita saja ada yang Rp50.
Bagaimana dengan wacana pemindahan ibukota?
Sebetulnya ayah saya sudah merencanakan Palangkaraya untuk menjadi Ibukota, dilihat dari geografi dan demografinya. Sebetulnya melalui transmigrasi spontan sangat mudah. Persoalannya, dengan pemindahan aparat pemerintahan. Jadi biarkan saja wacana itu berkembang. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !