INILAH.COM, Jombang Muhammad Arif Purwo Prastyo alias Yoyok, guru SMP Negeri I Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, yang terekam di video tengah menempeleng muridnya, kini dinonaktifkan mengajar. Hanya saja penonaktifan ini hanya berlaku atas jam mengajarnya di kelas 3.
Menurut Widayati, guru Bimbingan Penyuluhan, rekan kerjanya itu masih trauma bertemu wartawan. Selain itu, kata Widayati, pihak sekolah sudah mengeluarkan kebijakan dengan menonaktifkan Yoyok.
"Berdasarkan kesepakatan bersama Pak Yoyok tidak boleh lagi mengajar kelas III," kata Widayati saat mendampingi Rangga Tirta Asmara, siswa yang dianiaya Yoyok, di Jombang, Jumat (26/12).
Yoyok sendiri hari ini menjalani pemeriksaan di Polsek Mojoagung. Meski Yoyok dan siswa yang dipukuli telah sepakat damai, namun polisoi masih bisa mengusut kasus penganiayaan yang terekam kamera salah satu siswa.
Penganiayaan yang dilakukan Yoyok terungkap melalui video yang terekam di kamera ponsel dan menyebar secara berantai. Video itu menunjukkan seorang guru tengah menghajar muridnya yang berjenis kelamin perempuan hingga babak belur.
Terlihat seorang perempuan berusia belasan sedang berdiri di depan kelas. Sedangkan di sebelahnya, berdiri seorang guru laki-laki dengan wajah marah. Saat itu, suasana kelas sedang berlangsung pelajaran. [beritajatim/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !