INILAH.COM, Jakarta Peneliti yang menggunakan instrumen Mars Reconnaissance Orbiter NASA telah menemukan mineral di permukaan planet itu. Sebuah petunjuk yang tak terduga, kemungkinan adanya air di masa lalu.
Menggunakan Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars, atau CRISM, ilmuwan menemukan mineral karbon, yang menunjukkan Mars memiliki air alkalin saat mineral terbetuk di lokasi ini lebih dari 3,6 miliar tahun lalu.
Karbonat yang di bumi termasuk di dalamnya kapur tulis bisa terurai dengan cepat di asam. Namun masih tersisa hingga kini di Mars yang memberi petunjuk lingkungan asam mendominasi planet itu.
Namun itu mengindikasikan kondisi lingkungan berair yang berbeda. Makin basah lingkungan, makin memiliki kesempatan satu atau lebih banyak dari mereka mendukung kehidupan.
"Kami terkejut akhirnya menemukan mineral karbonat karena menyediakan detail tentang kondisi spesifik sejarah Mars," kata Scott Murchie, penyelidik utama di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory in Laurel, Md.
Penemuan itu muncul di Science magazine dan dipresentasikan di pertemuan American Geophysical Union di San Francisco.
Bebatuan karbonat terbentuk saat karbon dioksida berinteraksi dengan kalsium, baja atau magnesium di bebatuan volkanik. Karbon dioxisida dari atmosfer juga terperangkap di bebatuan.
Jika seluruh karbon dioksida yang terperangkap di bumi dilepas, atmosfer kita akan lebih tipis daripada Venus. Beberapa ilmuwan percaya atmofir tipis kaya karbon dioksida akan menjaga kehangatan Mars masa lalu dan menjaga cairan di permukaannya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !