inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Dur: SBY Tidak Mau Dilawan

Headline
Abdurrahman Wahid - inilah.com/Raya Abdullah
Oleh: Windi Widia Ningsih
Minggu, 28 Desember 2008 | 14:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Gus Dur menilai SBY merupakan orang yang tidak mau dilawan. SBY lebih senang menyuruh KPK menangkap koruptor, ketimbang dia yang melakukannya.

Dalam acara Orasi Catatan Akhir Tahun Gus Dur di Hotel Santika, Minggu (28/12), Gus Dur menuding Presiden SBY tidak berani terang-terangan memerangi korupsi.

"Antikorupsi saja tidak berani. Diam-diam saja dia. Orang disuruh ditangkap KPK, bukan dia sendiri. Jadi dia itu orang yang tidak mau dilawan," kata Gus Dur.

"Jadi kalau orang yang menjadi menteri dibela sih nggak. Tapi dia tidak mau menyerang mereka. Diam-diam dia itu diam saja sampai sekarang. Akibatnya sekarang ada di dalam kondisi serba cair. Bisa begini, bisa begitu," jelas Gus Dur lagi.

Ditambahkan Gus Dur, Indonesia merupakan bangsa yang tidak jelas maunya apa. Ingin hidup makmur, namun sistem ekonominya tidak mendukung. "Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Ini jelas sekali," papar dia.

Selain itu, tahun 2008 dinilai Gus Dur merupakan tahun krisis multi sektoral. Dan ini akan berbahaya bagi ajang demokrasi Indonesia.

"Hasil dari penglihatan saya, karena itu saya mengharapkan kita mencari pemecahan persoalan-persoalan bangsa yang dibuat pemerintah, bukan siapa-siapa," tegas Gus Dur. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.