inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Dur Sedang Ketakutan

Headline
Abdurrahman Wahid - inilah.com/Raya Abdullah
Oleh: Windi Widia Ningsih
Minggu, 28 Desember 2008 | 17:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menjelang Pilpres 2009, para capres mulai unjuk gigi. Namun tidak demikian halnya dengan Gus Dur. Mantan Presiden ini justru mengaku sedang ketakutan. Kenapa?

"Sekarang ini saya sedang ketakutan. Ketakutan mengapa? Saya ini dicalonkan presiden, itu tergantung dari persyaratan-persyaratan jadi calon macam-macam. Saya pikir ujung-ujungnya saya tidak jadi calon, ya sudah begitu saja. Tetapi kalau sampai menang, bagaimana? Padahal nggak jadi calon," ujar Gus Dur.

Hal ini disampaikan dia usai 'Orasi Catatan Akhir Tahun Gus Dur' di Hotel Santika, Jakarta, Minggu (28/12). Diingatkan Gus Dur, pemenang Pilpres 2009 harus membentuk pemerintahan dan mengambil tindakan-tindakan menuju Indonesia yang baik, bersih, dan demokratis.

"Nah kalau itu terjadi, saya harus berhadapan dengan teman-teman, karena saya tidak punya musuh sama sekali. Dulu yang mau bunuh saya 3 kali tidak berhasil, sekarang sudah mati Pak Harto," kata Gus Dur.

Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini pun menyoroti hal kecil, seperti banyaknya warga yang belum mendapat KTP. Sedangkan untuk hal besar, Gus Dur mencontohkan rebutan tanah antara warga dengan PT Arara Abadi, anak perusahaan Sinar Mas Group, di Bengkalis, Riau, yang merenggut 2 nyawa balita.

"Ini menunjukkan kedudukan sebagai warga negara belum mantap. Jawaban saya terhadap hal ini satu saja, mari kita perjuangkan secara mantap, selesai. Cara untuk menunjukkan hal itu saya kira gampang, ke pengadilan," tandas Gus Dur. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.