Indonesia, suatu negeri yang kita cintai dengan segenap kekayaan sumber daya alam dan manusianya, akan kembali menghadapi pesta demokrasi yang ke tiga kalinya setelah era reformasi, yaitu Pemilu 2009.
Cita-cita reformasi akan diperjuangkan melalui pelembagaan partisipasi masyarakat dalam menentukan arah dinamika bangsa akan dibuktikan pada kesempatan itu. Kesengsaraan, penderitaan, keterbelakangan, krisis multidimensi, dan citra negatif lainnya yang disandang Indonesia selama ini akan dipertaruhkan melalui setiap lembar surat suara pada pemilu ini.
Kita yang berdomisili di Malaysia adalah bagian dari masyarakat Indonesia secara keseluruhannya juga memiliki tanggungjawab moral berpartisipasi dalam Pemilu itu. Jumlah warga Negara Indonesia di Malaysia yang besar menjadi signifikan dalam menentukan arah kemajuan bumi pertiwi Indonesia di masa depan.
Jutaan WNI tercatat ini sebagai jumlah WNI di luar negeri terbanyak dibanding dengan negara-negara lainnya di dunia. Namun jumlah yang demikian banyak perlu diimbangi dengan suatu kesadaran politik dari setiap lapisannya agar mau ikut andil di dalam penyuksesan pemilu ini.
Saat ini tercatat 850.044 WNI pemilih di seluruh penjuru Malaysia yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap dari total 1.509.892 WNI yang ada dalam DPTLN seluruh dunia yang dikelola POKJA Pemilihan Luar Negeri Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.
Dalam kaitan tersebut Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) menemukan peran pentingnya untuk menyukseskan Pemilu 9 April 2009 bagi WNI di luar negeri umumnya dan di Malaysia khususnya. Setelah resmi dilantik 13 Oktober 2008 PPLN Kuala Lumpur sudah melakukan berbagai terobosan yang cukup dramatis dan berani, melalui siaran Pers berikut ini beberapa perkembangan dan capaian PPLN Kuala Lumpur dapat diketahui dan perlu dipahami sebagai upaya mengembangkan sinergi kepada segenap Stakeholders bagi suksesnya Pemilu 2009 di Malaysia khususnya.
Beberapa Program yang sudah dan terus dijalankan PPLN Kuala Lumpur terhitung 13 Oktober hingga akhir Desember di penghujung tahun 2008, sebuah masa yang sangat sempit dan melelahkan tanpa dukungan infrastruktur penunjang ditingkat RT/RW dan respon yang memadai dibanding Pemilu 2004, yakni :
1. Menindaklanjuti secara serius komitmen Pemerintah Malaysia dalam mendukung Pelaksanaan Pemilu bagi WNI diluar premise Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur dengan memetakan dan meyiapkan Pola khusus Pemungutan suara bagi WNI pemilih berdasarkan wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur (Perak, Kelantan, Terengganu, Selangor, Puterajaya/Cyberjaya,
dan Kuala Lumpur sendiri).
2. Memutakhirkan dan mendaftarkan Pemilih mengikut pada prosedur dan tahapan pendaftaran pemilih dengan memodifikasi model yang sesuai dan tepat untuk menjangkau segenap WNI yang tersebar di seantero penjuru Malaysia yang sulit dijangkau dengan masa kerja yang sempit, hal ini ditandai dengan pendaftaran melalui fasilitas elektronik yakni internet registration, SMS dan scanning dokumen.
3. Membangun jaringan komunikasi lintas PPLN yang tergabung dalam PPLN Zona II, dalam berbagi dan bertukar informasi terkait segala proses dan tahapan pemilu di luar negeri yang unik dan menantang.
4. Menjadikan PPLN Kuala Lumpur sebagai model dan teladan dalam menyiasati kerja PPLN di masa kritis dan waktu yang sangat sempit.
5. Melibatkan senegap potensi SDM WNI di Kuala Lumpur yang dengan dedikasi penuhnya bertekad untuk mensukseskan Pemilu 2009 yang Jujur, Adil, Bersih dan Berkualitas, hal ini dibuktikan dengan keterlibatan penuh berbagai kalangan yaitu Organisasi Profesi, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), Organisasi Sosial Politik/Kemasyarakatan, berbagai komunitas dan tentunya dukungan penuh kantor Kedutaan Republik Indonesia (KBRI). Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Indonesian Brain Circulation Network (IBCN) yang dengan segenap pengorbanannya dalam waktu singkat mampu membangun dan memelihara database Pemilih yang terintegrasi dan tangguh.
6. Menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk meninjau dan membimbing secara langsung kesiapan Pemilu 2009 di Malaysia ini.
7. Merumuskan dan merancang upaya-upaya konseptual dan teknis yang genuine dari PPLN se-Malaysia bagi peningkatan partisipasi pemilih guna menyiasati pelaksanaan pemilu legislatif 9 April 2009 yang jatuh pada hari kerja untuk WNI di luar negri dengan berbagai formula, seperti dropping box dan pemungutan suara secara pos yang diperketat dalam rangka mengantisipasi pemilu ini berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya yang dilaporkan rentan berbagai manipulasi dan kecurangan.
8. Melakukan sosialisasi dan kunjungan menyeluruh secara periodik dan terukur terkait tahapan dan teknis pelaksanaan pemilu 2009 dalam menjangkau pemilih yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 400 ribu lebih.
Askar Agung (Ketua PPLN Kuala Lumpur), asmsceng@gmail.com