INILAH.COM, Jakarta - FPI menargetkan pemberangkatan 1.000 mujahid ke Palestina. Tujuannya untuk membela dan membantu korban serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan 298 warga Palestina. Namun hingga kini masih sepi pendaftar. Meski demikian FPI mengklaim punya banyak stok mujahid.
Posko pendaftaran mujahidin ke Palestina di Markas FPI Jl Petamburan III Tanah Abang, Jakarta, Senin (29/12) tampak sepi. Belum terlihat buku pendaftaran yang memuat nama-nama para mujahid.
"Hari ini sudah kita buka posko pendaftaran maupun pemberangkatan mujahidin yang ingin berjuang ke Palestina, khususnya posko di Petamburan dan beberapa titik di cabang-cabang di seluruh Indonesia," kata Ketua Lembaga Dakwah FPI Abdurrahman Djaelani saat ditemui di rumahnya.
Dikonfirmasi mengenai sepinya pendaftar, Djaelani mengaku tidak mengetahu pasti jumlah pendaftar baru yang telah mendaftar. Namun saat ini FPI masih memiliki 30 ribu orang yang terdaftar sebagai mujahidin saat dikirimkan untuk perjuangan di Afghanistan.
"Kita sudah coba untuk menghubungi kembali dan kita akan seleksi ulang siapa-siapa saja yang layak untuk kita berangkatkan," ujarnya.
Dituturkan dia, sebelum diberangkatkan, para mujahidin akan diberikan pembekalan dan dilatih terlebih dahulu, selayaknya sebagai seorang pejuang yang turun ke medan perang. Namun FPI juga menentukan persyaratan yang harus diikuti untuk mendaftar sebagai mujahidin.
"Syaratnya akil balik atau sudah dewasa, mempunyai akhlak, memiliki kepribadian yang baik sebagai muslim, mendapatkan izin dari orang tua. Apabila memiliki istri, dia harus diridhoi oleh istrinya," papar Djaelani.
Dalam waktu 2-3 hari ini, sambung dia, FPI akan mengumumkan keberangkatan para mujahidin yang ingin membela saudara-saudaranya di Palestina. [win/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !