INILAH.COM, Beijing - Pabrik produk susu bermelamin China siap membayar dana kompensasi US$ 234,1 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Dana ini akan dibagikan pada korban susu tercemar itu.
Dilansir news.com.au, Senin (29/12), setiap keluarga yang bayinya meninggal masing-masing akan menerima 200 ribu yuan atau USS$ 42.787 (Rp 481,3 juta). Sedangkan yang bayinya sakit menerima antara 30-50 ribu yuan atau US$ 6.405-10.696 (Rp 72-120,3 juta).
Sebanyak 22 produsen yang terbukti bersalah, bertanggung jawab bersama atas dana ini. Industri makanan dan minuman China sempat terguncang sebab berulangkali produk mereka selalu bermasalah dengan keamanan.
Setidaknya enam bayi di China meninggal dunia akibat susu beracun itu sepanjang 2008. Sementara 294 ribu bayi lainnya sakit setelah mengkonsumsi susu yang mengandung melamin, bahan yang biasanya digunakan untuk membuat plastik.
Zat tersebut dicampurkan ke susu bubuk untuk membuatnya berkesan kaya protein. Kandungan ini membuat bayi menderita masalah ginjal dan saluran kemih. Skandal itu mulai muncul pada September 2008 lalu dan seluruh dunia dikagetkan, sebab produk susu China banyak diekspor negara lain.
Menurut China Business News, dana tersebut mulai berlaku efektif per Januari 2009 yang bisa digunakan untuk membayar perawatan medis korban susu beracun. Sidang untuk mengadili enam pelaku yang terlibat perdagangan melamin ke perusahaan-perusahaan dairy product itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (2/1). Empat orang lagi yang juga terlibat akan diadili pekan ini. [vin/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !