INILAH.COM, Jakarta - Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan kalau krisis di Israel dan Palestina tidak bisa diselesaikan, akan mempengaruhi harga minyak dunia.
Dengan begitu, rencana penurunan harga BBM di dalam negeri terancam batal, karena pemerintah masih harus menyesuaikan lagi harga minyak dunia yang kini berada di kisaran US$ 40 per barel.
"Sekarang kan di Palestina tembak-tembakan sehingga mendorong harga minyak ke sekitar US$ 40 per barel. Pemerintah akan mengkaji lagi rencana penurunan harga BBM di dalam negeri," kata Sofyan dalam executive briefing di Jakarta, Selasa (30/12).
Pemerintah mengakui bahwa jika tidak ada krisis di Timteng memang akan akan dilakukan penurunan lagi harga BBM.
Dari kajian harga BBM, sebenarnya dimungkinkan untuk disesuaikan lebih rendah lagi. "Pemerintah sudah melakukan penghitungan dari hasil kajian selama setengah bulan ini," ujar Sofyan.
Ia juga mengatakan pemerintah sudah menyelesaikan penghitungan persentase kompensasi terhadap SPBU kalau terjadi perubahan harga BBM, sehingga SPBU bisa langsung menyesuaikan harga.
Namun, Sofyan enggan menyebutkan persentase kompensasi penurunan harga BBM tersebut.
Saat ini pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia, dan diharapkan krisis Timteng segera berakhir. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !