inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gawat! BBM Turun Terancam Gagal

Headline
Sofyan Djalil - inilah.com/Subkhan
Oleh: Wahid Ma'aruf
Selasa, 30 Desember 2008 | 10:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan kalau krisis di Israel dan Palestina tidak bisa diselesaikan, akan mempengaruhi harga minyak dunia.

Dengan begitu, rencana penurunan harga BBM di dalam negeri terancam batal, karena pemerintah masih harus menyesuaikan lagi harga minyak dunia yang kini berada di kisaran US$ 40 per barel.

"Sekarang kan di Palestina tembak-tembakan sehingga mendorong harga minyak ke sekitar US$ 40 per barel. Pemerintah akan mengkaji lagi rencana penurunan harga BBM di dalam negeri," kata Sofyan dalam executive briefing di Jakarta, Selasa (30/12).

Pemerintah mengakui bahwa jika tidak ada krisis di Timteng memang akan akan dilakukan penurunan lagi harga BBM.

Dari kajian harga BBM, sebenarnya dimungkinkan untuk disesuaikan lebih rendah lagi. "Pemerintah sudah melakukan penghitungan dari hasil kajian selama setengah bulan ini," ujar Sofyan.

Ia juga mengatakan pemerintah sudah menyelesaikan penghitungan persentase kompensasi terhadap SPBU kalau terjadi perubahan harga BBM, sehingga SPBU bisa langsung menyesuaikan harga.

Namun, Sofyan enggan menyebutkan persentase kompensasi penurunan harga BBM tersebut.

Saat ini pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia, dan diharapkan krisis Timteng segera berakhir. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.