INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan terus memantau harga minyak mentah dunia sebagai acuan untuk kemungkinan menurunkan lagi harga BBM. Saat ini minyak mentah dunia berada di kisaran US$ 40 per barel.
Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam acara ramah tamah dengan pelaku bursa usai menutup perdagangan tahun ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Kita tidak tahu, minyak dunia sekarang US$ 40 per barel, kita akan terus pantau akan di atas atau di bawah itu," katanya di Jakarta, Selasa (30/12).
Namun, lanjutnya, masih ada kesempatan bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Walaupun pemerintah sangat hati-hati terhadap perubahan yang terjadi di dunia.
"Pemerintah sangat konservatif, jadi tidak akan reaktif mengambil kebijakan saat ini, termasuk penurunan BBM," tegasnya.
Menkeu mengaku sempat deg-degan ketika sekitar pukul 14.00 WIB dipanggil Presiden Yudhoyono. Tapi ternyata ia diingatkan untuk tidak libur akhir tahun guna menghitung realisasi akhir APBN-P 2008.
Namun, Menkeu tidak menyebutkan apakah juga menghitung angka penurunan harga BBM.
Pada kesempatan itu, Menkeu juga mengulas realisasi indikator makro pada kuartal III yang termasuk bagus. Pertumbuhan mencapai 6,3% dan inflasi sekitar 11%. Indonesia dianggap masih kuat karena negara lain pertumbuhannya sudah negatif sejak kuartal III.
Untuk kuartal IV, Menkeu berharap pertumbuhan ekonomi sekitar 6,1%. Sedangkan untuk tingkat inflasi saat ini sudah cukup konsisten penurunannya.
Pemerintah akan terus melakukan penghitungan dan melakukan penutupan realisasi APBN-P pada Rabu malam (31/12). [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !