INILAH.COM, Jakarta - Trio Bali bomber Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra sudah dieksekusi mati. Tapi itu tidak berarti ancaman teroris berakhir begitu saja. Gembong teroris Noordin M Top masih berkeliaran dan akan menjadi prioritas 2009.
"Tahun 2008 peristiwa teror sangat kecil. Namun tahun 2009 terorisme masih merupakan ancaman yang harus diwaspadai. Upaya pengejaran terhadap Noordin M Top dan beberapa pengikutnya masih jadi prioritas," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers 'Rilis Akhir Tahun 2008' di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12).
Selama tahun 2008, tutur Bambang, tidak terjadi kasus bom yang berkaitan dengan terorisme. Ada dua kali kasus penemuan bahan peledak dan jaringan terorisme yang berhubungan dengan Noordin, yaitu jaringan teroris Fakta Palembang dan Plumpang atas nama Wahyu cs.
Peristiwa teror yang termasuk kejahatan transnasional tersebut pada 2008, menurut Bambang, sangat kecil. Namun kejahatan teroris diperkirakan masih tetap tinggi. Meski begitu, selama tahun 2008, kegiatan dan aktivitas terorisme di Indonesia dapat dikatakan tidak terjadi.
"Kelompok terorisme di Indonesia dapat mengubah strategi dalam bentuk yang lebih pasif, yaitu dengan tidak melakukan kekerasan, serta terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat jaringan terorisme yang sebagian besar telah lumpuh dan tercerai-berai," paparnya.
Namun, tegas Bambang, Polri masih akan terus melakukan antisipasi berkembangnya terorisme. Salah satunya dengan melakukan kerjasama internasional dengan AS, Australia, Jepang, ASEAN, dan Timur Tengah. Contohnya dalam bentuk pertukaran informasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas operasional.
"Polri juga akan meningkatkan deteksi untuk mendapatkan informasi awal tentang gerakan terorisme di seluruh wilayah untuk mencegah secara dini terjadinya peledakan yang dapat menimbulkan korban dan kerugian materiil," demikian Bambang. [tha/sss]