inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

NASA Ungkap Petaka Tragis Columbia

Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
Rabu, 31 Desember 2008 | 07:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta NASA mengungkap penyebab kematian awak Columbia yang mengalami kecelakanan pada 2003 lalu. Baju tekanan dan helem yang tidak bekerja maksimal menyebabkan kematian tujuh awaknya. Pesawat tidak dapat dikendalikan dan tercerai berai.

Laporan NASA menyebut setidaknya satu awak masih hidup dan menekan tombol selama setengah menit setelah alarm pertama berbunyi. Usahanya untuk membenahi Columbia ini sia-sia saat petaka terjadi pada 1 Februari 2003.

Tidak ada yang bisa dilakukan, karena pesawat rusak berat dan terserak di seluruh Texas yang seharusnya mendarat di Florida.

Penyelidikan NASA menit-menit terakhir sebelum tragedi itu dilaporkan dalam 400 halaman. NASA berharap, dapat mendesain kapsul pesawat baru sehingga lebih tahan dari kecelakaan. Tim internal NASA merekomendasikan 30 perubahan pada Columbia, banyak diantaranya berhubungan dengan baju penghalang tekanan, helem dan sabuk pengaman.

Sebelumnya diketahui, penyebab kematian astronot karena kurang oksigen atau menabrak sesuatu saat pesawat mengalami hilang kontrol.

Pada kejadian itu, tiga astronot tidak memakai sarung tangan, yang menyediakan perlindungan penting saat terjadi kekurangan tekanan. Yang lain tidak berada di kursi, dan satu orang tidak mamakai helem. Sarung tangan dilepas karena terlalu besar untuk digunakan.

Jika semua prosedur diikuti, astronot mungkin bisa bertahan lebih lama. Selain itu bisa mengambil tindakan untuk melakukan penyelamatan.

Laporan ini muncul setelah lima tahun investigasi badan independen. Penyelidikan difokuskan pada penyebab kecelakaan dan kultur di Nasa.

Dokumen itu menyebut lima faktor yang berpotensi sebagai penyebab kematian awak pesawat. Hilangnya tekanan kabin atau hancurnya kabin, awak yang pingsang atau sudah mati, menabrak sesuatu di dalam pesawat, terlempar dari kursi, terkena dampak angkasa di ketinggian 100.000 kaki atau jatuh ke daratan.

Columbia tercerai berai saat kembali ke bumi pada waktu mengakhiri misinya. Kecelakaan itu akibat lubang di sayap kiri karena tabrakan dengan sepotong busa saat peluncuran.

Yang menjadi korban peristiwa itu adalah komandan Rick Husband, pilot William McCool, Michael Anderson, David Brown, Kalpana Chawla, Laurel Clark, dan Ilan Ramon dari Israel.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.