INILAH.COM, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia tidak akan mengimpor beras karena produksi beras dalam negeri tahun ini dapat dicapai dengan kualitas lebih baik.
"Kita tidak akan mengimpor beras karena surplus beras dua juta ton dari Sulsel dapat dicapai, termasuk yang dihasilkan provinsi penyandang pangan nasional di Jawa," kata Wapres Kalla pada Pencanangan Pelatihan Peningkatan Produksi Pertanian bagi camat, danramil dan babinsa di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (31/12).
Ini artinya, kata Wapres, tahun ini bangsa Indonesia sudah swasembada beras setelah selama hampir 50 tahun produksi beras secara nasional mengalami penurunan.
"Alhamdulillah Sulsel mampu mencapai target surplus beras dua juta ton," katanya.
Ia juga mengungkapkan kepercayaannya kepada petani, menteri, gubernur dan pejabat muspida di daerah guna memenuhi aspek-aspek ketahanan pangan.
Indonesia, kata Kalla, baru dua kali swasembada, yakni 1982 dan 2008, sehingga hasil yang dicapai tahun ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan agar swasembada beras terus berlanjut.
"Jika tahun ini kita tidak berswasembada beras, maka impor akan masuk. Tetapi kita bersyukur karena petani tetap bersemangat dan bergairah meningkatkan produksi padinya," katanya.
"Kalau tahun ini kita tidak swasembada beras, maka kantor Mentan kita jual," kelakar Kalla disambut tawa peserta pelatihan dan hadirin.
Tak hanya sampai di situ, karena ketika Wapres menyampaikan sambutan, hujan mulai turun. Wapres langsung menyatakan,"Tidak ada kehijauan tanpa air seperti hujan seperti ini rumput dan padi muda menghijau dan akhirnya 'kuning' (mengacu pada warna Partai Golkar". [*tra]