inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Chozin Chumaedy

Partai Islam Itu Egois!

Oleh: R Ferdian Andi R
Jumat, 2 Januari 2009 | 00:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta Menghadapi pertarungan politik yang kian berat di Pemilu 2009, sejumlah partai politik berbasis massa Islam mulai pasang-pasang kuda. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bahkan mempelopori sebuah koalisi Islam yang akan dibentuk sebelum pelaksanaan pemilu legislatif.

Manuver politik PPP yang mengesankan sebagai upaya PPP untuk berpisah dengan SBY itu agak aneh. Padahal, karena keterlibatannya dalam pemerintahan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) selama ini, PPP dikenal tak jelas orientasi politiknya.

Meskipun begitu, langkah politik ini dinilai sebagai hal wajar saja dalam demokrasi. "Karena koalisi ini belum berbicara capres maupun cawapres," tegas Wakil Ketua Umum DPP PPP, Chozin Chumaedy, kepada INILAH.COM.

Bagaimana operasional koalisi yang identik dengan warna hijau ini? Bagaimana pula peluang terjadinya koalisi hijau menghadapi partai papan atas seperti Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Apa latar belakang munculnya gagasan koalisi prapemilu dari PPP ini?
Koalisi atau kebersamaan partai Islam memang sangat positif, khususnya dalam kerangka untuk memaksimalkan peran partai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagaimana format koalisi yang ditawarkan PPP dengan membuat koalisi prapemilu?
Sebetulnya, ada ada titik temu bahwa partai Islam atau yang berbasis umat Islam ingin melakukan suatu ukhuwah siyasiyah (persaudaraan politik). Karena mengingat bahwa potensi umat Islam sangat besar, maka seyogyanya yang besar ini bisa dioptimalkan dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kalau ada semacam kebersamaan di partai Islam, itu bukan berarti mendikotomi Islam dan non Islam, karena perjuangan yang dilakukan partai Islam tidak lepas dari frame NKRI. Artinya, bahwa perjuangan partai Islam itu untuk kepentingan bangsa dan negara sebagai perwujudan dari rahmatan lil 'alamin.

Koalisi prapemilu merupakan sesuatu yang baru di saat partai politik yang lain menegaskan koalisi akan dilakukan setelah pemilu legislatif. Apa ini tidak menjadi masalah?
Itu kan usulan. Nanti operasionalnya, pada saat kampanye pilihan siapa yang akan didukung di masing-masing daerah, agar potensi umat Islam tidak pecah belah hingga akhirnya tidak memiliki wakil yang representasitif dari umat. Misalnya di daerah pemilihan A, ada satu tokoh yang diusung bersama-sama, kenapa tidak dilakukan itu, agar wakil rakyat yang mewakili umat Islam cukup signifikan.

Apa gagasan ini ada kaitannya dengan wacana sebelumnya seperti dari Gus Sholah dan Prof Din Syamsuddin?
Saya melihatnya ada titik temu dan kesamaan pandangan tentang kebutuhan membangun Indonesiqa yang lebih baik dengan memaksimalkan peran partai Islam dan partai berbasis umat Islam. Walaupun antara kami dengan Gus Sholah atau Pak Din Syamsudin tidak ada pembicaraan sebelumnya, tapi karena ada titik temu, kami alhamdulillah saja.

Sejauhmana gerakan PPP untuk mendekati partai Islam atau berbasis Islam dalam rangka membangun koalisi prapemilu?
Kita sedang melakukan pendekatan. Persoalannya tidak mudah, karena terus terang partai Islam memiliki strategi yang kadang-kadang agak sulit dipertemukan. Bahkan ada kecenderungan ego kelompok dan partai. Ini penyakit yang ada pada diri kita. Maka pendekatan yang kita lakukan sangat hati-hati dan persuasif. Tidak terlalu formal, yang penting bagaimana tujuan partai Islam mampu mengoptimalkan.

Apakah ini indikasi PPP mengajukan talak pada SBY?
Oh tidak! Kita belum bicara soal calon presiden. Kita baru berbicara menghimpun satu potensi untuk mengoptimalkan amar ma'ruf nahi munkar. Karena kalau terpecah belah, maka tidak akan fokus. Tapi kalau bersatu dengan satu orientasi tentunya akan lebih optimal. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.