INILAH.COM, Jakarta - Penangkapan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir oleh aparat kepolisian menimbulkan polemik di tengah publik. Ini tidak terlepas jejak rekam penangkapan Abu Bakar Baasyir selama ini yang terkesan menjadi korban salah tangkap.
Anggota Komisi I DPR yang juga Sekjen DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani mengharapkan agar aparat kepolisian tidak salah tangkap dalam penangkapan Abu Bakar Baasyir.
Beliau ini berkali-kali diintai dan dicurigai, tapi sekian kali aparat hukum tidak bisa membuktikan, cetusnya kepada wartawan termasuk R Ferdian Andi R dari INILAH.COM, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/8). Berikut wawancara lengkapnya:
Apa komentar Anda atas penangkapan Abu Bakar Baasyir?
Sekali lagi pemerintah jangan salah tangkap dalam kasus ABB. Beliau ini berkali-kali diintai dan dicurigai, tapi sekian kali aparat hukum tidak bisa membuktikan. Aparat hukum merasakan tapi tidak bisa mengungkap.
Saya harap penangkapan kali ini bukan politis, tapi betul-betul ada bukti yang meyakinkan, betul-betul Abu Bakar Baasyir memang terlibat. Abu Bakar Baasyir berulang kali dituduh seperti ini. Menurut saya, harus dibuktikan. Tapi kalau buktinya hanya penuturan orang lain, itu bisa menimpa siapa saja.
Bagaimana dengan informasi intelejen terkait rencana pembunuhan Presiden SBY yang kemudian dikaitkan dengan penangkapan Abu Bakar Baasyir?
Selama ini info intelejen menurut saya validitasnya pada tingkat tertentu dipertanyakan. Seperti rencana penembakan SBY, itu bukan isu baru. Jadi menurut saya akurasi intelejen dalam tingkat tertentu masih perlu diverifikasi. Sayangnya, kita tidak memiliki sistem verifikasi sistem informasi.
Apakah jangan-jangan dalam konteks penangkapan Abu Bakar Baasyir juga akan mengalami kesalahan sebelumnya?
Saya agak menduga seperti itu, sebenarnya kecurigaan keterlibatan Abu Bakar Baasyir tidak hanya sekarang, tapi sejak era Megawati. Sekarang berulang lagi, di saat nyaris aktivitas teroris tidak ada. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !