INILAH.COM, Kota Gaza - Seorang pejabat penting Hamas, Kamis (1/1) membantah telah mengatakan kelompok itu menerima dengan syarat usulan gencatan sejata Uni Eropa. Isu itu disebut pernyataan palsu yang telah dipublikasikan di situs internet penting Hamas.
"Itu pernyataan palsu yang sama sekali tidak memiliki kebenaran," tegas juru bicara Hamas Fawzi Barhum.
Menurutnya, pernyataan itu disebarkan oleh pihak musuh untuk meningkatkan keraguan mengenai sikap Hamas. "Saya belum membuat pernyataan apapun mengenai hal ini," terangnya.
Situs Internet itu mengangkat pernyataan yang dikaitkan dengan Barhum yang mengatakan bahwa gerakan Islam itu menerima usulan gencatan senjata EU dengan syarat-syarat tertentu.
"Perjanjian gencatan senjata harus menjadi bagian dari perjanjian global yang mencakup gencatan senjara, pencabutan blokade, dan pembukaan kembali semua perlintasan perbatasan," kata pernyataan tersebut.
Pernyataan Uni Eropa yang dikeluarkan setelah pertemuan para menteri luar negeri EU di Paris, Selasa (30/12), mulai dengan permintaan dihentikannya tanpa syarat" serangan roket Hamas.
"Harus ada penghentian tanpa syarat serangan roket oleh Hamas terhadap Israel dan diakhirinya aksi militer Israel," kata pernyataan EU itu. [*/nuz]