INILAH.COM, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menutup pintu masuk di Tepi Barat selama 48 jam, pada Kamis (1/1). Hal ini untuk mencegah orang-orang Palestina memasuki Israel, mulai satu menit hingga tengah malam.
"Terkait dengan bantuan-bantuan kemanusiaan dan orang-orang yang memerlukan bantuan medis, pihak Israel akan memberi izin masuk ke negeri itu," kata Olmert.
Ia tidak menyebut alasan penutupan itu. Namun, harian Jerusalem Post melaporkan pada situsnya bahwa hal itu diberlakukan setelah ada peringatan bahwa kelompok militan berencana menyerang.
Serangan dilakukan sebagai aksi balasan atas agresi Israel terhadap gerakan Hamas di Jalur Gaza.[*/nuz]