Senin, 28 Mei 2012 | 14:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rayyan Profesor Islam Kontroversial
Headline
Nizar Rayyan(kanan) - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Jumat, 2 Januari 2009 | 11:29 WIB
INILAH.COM, Gaza City - Bom pesawat udara seberat 1 ton milik Israel akhirnya menewaskan salah satu dari 5 orang pemimpin Hamas, Nizar Rayyan. Serangan pada hari pertama 2009 itu merupakan yang pertama kalinya sukses membunuh petinggi Hamas sejak agresi dimulai pada Sabtu 27 Desember lalu.

Selain menewaskan profesor Islam itu, 4 istri 2 putrinya yang berusia 7 dan 10 tahun, serta 18 anak buahnya juga terbunuh seketika.

Rayyan terkenal karena secara pribadi berpartisipasi dalam perang melawan Israel. Ia pernah mengirim putra-putranya sendiri dalam misi bunuh diri pada 2001 yang menewaskan dua orang Israel. Tindakannya itu dinilai kalangan internasional sebagai sesuatu yang cukup kontroversial.

Dalam wawancara terakhirnya dengan Hamas TV, Rabu 31 Desember 2008, Rayyan terlihat makin berani menantang Israel. "Wahai pejuang, ketahuilah bahwa kalian akan menang. Tuhan menjanjikan kemenangan atas jihad. Tuhan lebih hebat ketimbang musuh-musuh kita. Tuhan lebih hebat dibandingkan pesawat dan rudal mereka," ujarnya ketika itu.

Rayyan sendiri selalu menantang Israel untuk menyerang Hamas. Ia bahkan mengarak masyarakat menuju rumah-rumah para pemimpin Hamas, seakan menggunakan rakyat sebagai tameng hidup dan siap mengorbankan nyawa mereka.

Serangan Israel terus berlanjut pada Jumat pagi (2/1). Pasukan Israel telah bersiap di perbatasan Gaza untuk menginvasi teritori Palestina itu. Menurut Palestina seperti dikutip AP, pesawat Israel menghancurkan 15 rumah milik militan Hamas. Sebelum menyerang, mereka memberi peringatan bagi warga sipil yang berdomisili dekat rumah-rumah itu demi mengurangi jumlah korban.

Kendati demikian, 12 orang dilaporkan terluka akibat serangan itu dan tak ada korban tewas. Hingga kini, sedikitnya 420 warga Palestina, sebagian besar anggota Hamas dan warga sipil, telah tewas dan lebih dari 1.700 lainnya terluka.

Rumah para pemimpin Hamas biasa digunakan untuk menyimpan bahan peledak kelompok militan itu. Serangan bom di rumah Rayyan memicu timbunan peledak itu dan membuatnya fatal. Sebab itulah, rumah para pemimpin Hamas selalu menjadi target utama Israel. [vin/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.