Minggu, 27 Mei 2012 | 00:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Waspada, Teroris Ada di Sekitar Kita
Headline
Oleh:
web - Selasa, 10 Agustus 2010 | 10:45 WIB
PERCAYA atau tidak, ternyata teroris ada di sekitar kita. Buktinya dalam beberapa kali penggerebegan yang dilakukan aparat kepolisian, teroris tertangkap di perkampungan penduduk yang padat, seperti di Pamulang, dan sekarang di Bandung, Jawa Barat.

Terkait perburuan teroris di Indonesia, tampaknya antara satu kelompok teroris dengan kelompok teroris lainnya saling berhubungan dan merupakan suatu jaringan. Oleh karena itu semua pihak, termasuk seluruh masyarakat Indonesia harus selalu waspada karena teroris bisa ada di sekitar kita, tanpa disadari keberadaannya.

Belum lama ini (7/8), di Kota Bandung, Cileunyi, Subang, dan Padalarang, pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI membekuk lima orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris. Kemudian Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menetapkan lima orang itu sebagai tersangka.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Sutarman menyatakan, tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror menyergap kelompok teroris di Jawa Barat, Sabtu (7/8). Dari penyergapan itu lima orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Polda Jawa Barat. Mereka ditangkap di Sukaluyu (Kota Bandung), Cileunyi (perbatasan Kabupaten Bandung dan Sumedang), Subang, dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat).
Kelima tersangka adalah bagian sel yang masih hidup dari jaringan teroris di Indonesia, termasuk kelompok yang pernah berlatih perang di Aceh. Saya belum bisa sampaikan daftar nama para tersangka. Itu nanti akan disampaikan langsung oleh Bapak Kapolri.

Sedangkan pengamat intelijen Dynno Chresbon mengatakan lima teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Kabupaten Bandung dan Subang kemarin masih memiliki hubungan dengan kelompok teroris pimpinan Abdullah Sunata. Kelompok ini memang mempersiapkan serangan terhadap presiden, pimpinan Polri, objek-objek vital nasional, dan warga negara asing.
Mereka menyasar kedubes dan hotel-hotel asing. Aksi penangkapam kelima teroris merupakan kelanjutan dari rangkaian penangkapan kelompok pendukung di Klaten, Wonosobo, dan Indramayu. Otomatis kelimanya juga terkait Kelompok Aceh. Jaringan teroris Aceh, sebanyak 60% anggotanya berasal dari NII non-teritorial di wilayah Provinsi Banten. Kelima teroris rencananya melancarkan serangan pada Agustus ini.
Top event serangannya pada bulan Agustus, tapi tidak tahu tepatnya kapan. Berdasarkan dokumen yang ditemukan polisi di tempat kejadian, mereka memang merencanakan serangan pada Peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti. Prioritas utama yang menjadi target serangan adalah Presiden Yudhoyono.
Tingkat perencanaan serangan yang disusun kelima teroris yang ditangkap kemarin itu serius. Dengan ditangkapnya kelima teroris itu, serangan bulan ini hampir dipastikan urung dilaksanakan.
Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dan aparat keamanan untuk selalu waspada, karena ancaman teroris bisa ada di sekitar kita tanpa disadari. Terorisme merupakan kejahatan luar biasa, maka harus ditangani secara serius dan bersama-sama.

Tata Rustadinata
Panghegar Permai III, Ujung Berung, Bandung 40613
tata.rustadinata@gmail.com [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.