INILAH.COM, Tel Aviv - Deplu Israel mengizinkan sekitar 367 warga Palestina pemegang paspor asing meninggalkan Jalur Gaza, Jumat (2/1). Sebelumnya mereka mengajukan permohonan dari kedutaan masing-masing di Israel.
Warga asing itu di antaranya 168 warga Rusia, 85 Ukraina, 28 Moldova, 25 Kazakhstan, 15 Belarusia, 33 AS, tujuh Turki, dan enam Norwegia. Seorang pejabat senior Deplu Israel mengatakan negaranya akan mengkoordinasikan sendiri keluarnya warga asing itu.
Palmor mengatakan mereka diizinkan melewati pintu penyeberangan Erez Israel di Gaza utara, pagi ini. Mereka dibawa oleh kedutaan masing-masing ke penyeberangan perbatasan Allenby yang berbatasan dengan Jordania.
Para diplomat asing dan staf badan bantuan bisa meninggalkan dan memasuki Gaza tanpa melakukan koordinasi lebih dulu. Para relawan ini juga diperbolehkan masuk melalui penyeberangan perbatasan, yang terbuka bagi bantuan kemanusiaan.
Tetapi, menurut beberapa kantor berita internasional, banyak badan kemanusiaan mengatakan pintu penyeberangan ke Gaza diblokade sehingga menyulitkan bantuan kemanusiaan. Akibatnya Gaza terancam krisis kemanusiaan akibat tidak adanya pasokan makanan dan obat-obatan.[*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !