INILAH.COM, Beijing - Para pengusaha susu beracun asal China meminta maaf pada konsumen yang menjadi korban. Permohonan maaf ini mereka sampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS).
Para eksekutif dari 22 perusahaan mengirim SMS itu ke jutaan pelanggan selular di seluruh pelosok negeri. Isinya, penyesalan mereka yang menyebabkan enam orang balita meninggal dunia dan 300 ribu sakit parah. Belum lagi korban dari negara lain yang mengimpor susu mereka, termasuk Indonesia.
"Kami sungguh menyesal telah membahayakan anak-anak dan masyarakat. Kami meminta maaf untuk kesalahan itu dan berharap anda semua memberikan maaf untuk kami," demikian isi SMS itu seperti dilansir Daily Mail, Jumat (2/1).
Mereka terbukti bersalah mencampurkan melamin dalam susu bubuk untuk mencurangi tes protein sekaligus memperoleh keuntungan sebanyak mungkin. Direktur Sanlu Tian Wenhua, salah satu perusahaan yang bersalah dan telah bangkrut, disidang dengan tiga eksekutif dengan perusahaan lainnya di China Utara.
Tian mengaku bersalah dan kemungkinan menerima hukuman penjara seumur hidup. Sementara 17 orang lainnya yang terlibat dalam produksi, membeli bahan baku, menjual, dan mencampurkan melamin dalam susu telah diadili pekan lalu.[vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !