INILAH.COM, London Meski pemerintah AS belum resmi menurup penjara Guantanamo, Kuba, pemerintah Inggris mengaku siap menerima 'muntahan' narapidana dari penjara yang berada di Teluk Guantanamo, Kuba itu.
PM Inggris Gordon Brown, seperti dilansir AP, Minggu (4/1), menyatakan AS memang belum berbicara dengan negaranya mengenai hal tersebut. Namun bukan berarti mereka tidak mengetahuinya.
"Kami mendukung penutupan Guantanamo, namun belum ditanya apakah mau menerima transfer narapidana," ujar Brown.
Sebelumnya, Presiden AS terpilih Barack Obama menyatakan akan menutup penjara atau kompleks penjara militer yang sebagiannya merupakan pangkalan udara AS.
Jika Obama menepati janjinya, maka sekitar 250 napi yang berada dalam penjara super ketat itu, harus dipindahkan ke negara lainnya. Para tahanan itu berasal dari berbagai negara, di antaranya Hambali dari Indonesia.
Pemindahan para tahanan yang diduga terlibat terorisme itu, nampaknya tidak mudah, terutama dikembalikan ke negara asalnya karena alasan keamanan.
Sebab itulah sejumlah negara Eropa mempertimbangkan untuk menerima mereka yang tak bisa kembali.
Mantan Jaksa Agung Inggris Peter Goldsmith pekan lalu sempat mengatakan Inggris sebaiknya bersiap menerima para napi jika pemerintah Obama benar-benar menutup Guantanamo.
Sementara pemerintah Australia secara resmi menolak permintaan AS untuk menerima sekitar 60 napi dari Guantanamo. Mereka bersedia mempertimbangkan kembali saat Obama resmi menjadi nahkoda Gedung Putih.[vin/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !