INILAH.COM, Pangkalpinang - Aksi brutal yang dilakukan Israel terhadap Palestina dinilai merupakan konspirasi global. Konspirasi itu dapat dilihat dari dukungan yang tiada henti dari AS dan Inggris.
"Kekuatan global yang diarsiteki AS dan Inggris itu secara berkelanjutan mendukung setiap agresi Israel terhadap Palestina melalui strategi politik adu domba," ujar Ketua PKS Bangka Belitung Ridwan Thalib di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu (4/1).
Bagian dari konspirasi itu, lanjutnya, bisa dilihat dari dukungan militer Israel dan dukungan diplomasi AS terhadap kelompok Fatah Palestina untuk bertempur melawan Hamas tahun lalu. Dukungan itu tidak lain bagian dari politik adu domba untuk memecah belah bangsa Palestina.
"Kini setelah bangsa Palestina terpecah menjadi dua kelompok yaitu Hamas menguasai Jalur Gaza dan Fatah menguasai Tepi Barat, tentara Israel yang modern dengan mudah memusnahkan bangsa Palestina di Gaza, dan tidak tertutup target berikutnya memusnahkan rakyat Palestina di Tepi Barat," ucapnya.
Dijelaskannya, alasan Israel kembali menggempur Palestina secara massif merupakan aksi balasan atas serangan roket Hamas ke wilayah Israel, tidak dapat dibenarkan. Bahkan, serangan Israel itu dimaksudkan untuk mengelabuhi opini internasional.
"Agresi Israel dalam jangka panjang dimaksudkan untuk membangun sebuah negara Israel Raya yang dominan secara militer dan menguasai sumber-sumber ekonomi yang besar di Timur Tengah. Sehingga setiap manuver militer dan juga politik adu domba Israel harus diwaspadai," beber Ridwan Thalib.
Untuk itu, menurutnya, muslim Indonesia dan dunia harus bersatu dan menggunakan seluruh kekuatannya, guna menekan masyarakat internasional agar dapat menghentikan kebiadaban militer Israel.
"Saatnya kita bersatu menghimpun kekuatan bersama guna menghentikan kejahatan kemanusiaan Israel atas rakyat Palestina yang selama enam hari dibombardir melalui udara dan kini mulai digempur dari darat," katanya.
Bagi Ridwan, seluruh kekuatan muslim dimanapun berada, harus bersatu menghadang militer Israel dan melawan veto AS dan Inggris atas semua resolusi DK PBB.[*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !