INILAH.COM, Jakarta Sidang atas Ferry J Juliantono dalam dakwaan kerusuhan 24 Juni 2008, dinilai juru bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi, merupakan upaya pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjerat Rizal Ramli. Bahkan, ia menyamakan tindakan itu dengan kezaliman yang dilakukan Israel di jalur Gaza.
Hal itu diungkapkan Adhie sebelum mendampingi Rizal yang menjadi saksi dalam persidangan Ferry di Pengadilan Jakarta Pusat, Senin (5/1). Ia menyebut, pernyataan bahwa SBY dizalimi oleh Megawati Soekarnoputri menjelang Pilpres 2004 adalah rekayasa.
Sedangkan yang dilakukan SBY terhadap Rizal saat ini merupakan penzaliman yang nyata. Ia kemudian memaparkan sejumlah contoh kezaliman yang dilakukan SBY terhadap Rizal. Di antaranya, menonaktifkan Rizal sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik dan membuat rekayasa politik melalui isu penangkapan Ferry.
Penangkapan terhadap Ferry yang merupakan Sekjen KBI, menurut Adhie, merupakan upaya untuk menyeret Rizal Ramli yang merupakan Ketua Umum KBI. Hal ini, lanjutnya, tak lebih sebagai penzaliman terhadap calon rival SBY pada Pilpres 2009.
"Bebeda dengan isu penzaliman pada Pilpres 2004 lalu yang hanya rekayasa untuk mencari simpati belaka, seperti sering diungkapkan Ibu Megawati," kata Adhie.
Kezaliman SBY, menurutnya, tidak lebih baik dari kezaliman yang dilakukan Israel pada Palestina di Jalur Gaza. "Ini membuktikan bahwa ada tindakan Israel di depan mata. Kita kritisi. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Kehadiran Rizal di PN Jakarta Pusat, kata manta juru bicara mantan Presiden Abdrurrahman Wahid ini, benar-benar untuk menghormati hukum sebagai mantan pejabat negara. "Apalagi sekarang didukung sejumlah parpol maju sebagai capres. Rizal Ramli, dengan senang hati memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi terdakwa Ferry. [nuz]