INILAH.COM, Gaza - Kebrutalan pasukan Israel makin terbukti saja. Seorang paramedis yang bekerja untuk kelompok yang didanai Oxfam tewas setelah ambulansnya dihajar granat Israel.
Paramedis yang warga Palestina itu bekerja untuk Komite Gabungan Pekerja Kesehatan yang didanai Oxfam. Dia tewas di Gaza.
Tak hanya itu, seorang paramedis lainnya kehilangan kakinya dalam peristiwa tersebut. Sementara pengemudi ambulans juga cedera dalam kecelakaan yang sama.
Paramedis itu sedang berupaya membantu evakuasi seorang yang terluka di daerah Beit Lahiya. Tapi, tiba-tiba saja, granat yang dilepaskan pasukan Israel menghajar ambulans mereka.
PBB sendiri memperkirakan lebih dari 100 warga sipil telah terbunuh di Gaza dalam sepekan terakhir. Angka itu dipastikan akan terus meningkat.
"Gencatan senjata harus segera dilakukan. Hanya dengan begitu, bantuan yang dibutuhkan keluarga yang jadi korban, bisa diteruskan," ujar Direktur Country Oxfam untuk Israel dan Palestina, John Prideaux-Brune. [I4]