INILAH.COM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menegaskan hingga saat ini pemerintah belum memutuskan besaran rencana penurunan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.
"Belum diputuskan, ini kan masih hari Senin, masih ada beberapa hari ke depan," kata Purnomo ditemui usai bersama Menkeu/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengadakan pertemuan dengan pemred media massa di Jakarta, Senin malam (5/1).
Ia menyebutkan, hingga saat ini harga solar masih Rp 4.800 per liter dan harga premium sebesar Rp 5.000 per liter.
"Yang memutuskan (besaran penurunan harga BBM) bukan hanya Menteri ESDM saja, sehingga saya tidak bisa mengatakan begini begitu. Kalau saya katakan segini tapi minggu depan berubah, nanti kalian katakan saya melakukan kebohongan publik," katanya.
Sementara itu mengenai adanya kelangkaan BBM berkaitan dengan penurunan harga BBM, Purnomo mengatakan ada berbagai pilihan agar kelangkaan itu tidak terjadi.
Pilihan tersebut antara lain agar kerugian akibat penurunan harga BBM ditanggung oleh korporat (Pertamina) dan nanti dilakukan dengan memotong dividen Pertamina.
"Ada beberapa pilihan yang kita evaluasi, kalau ditanggung korporat, dari segi korporat sudah oke. Pak Sofyan Djalil (Menneg BUMN) tidak ada masalah, karena kalau nanti ditanggung korporat ujung-ujungnya jatuhnya ke dividen juga," katanya.
Namun pemerintah akan terus mencari pilihan terbaik sehingga tidak memberatkan pemerintah maupun dunia usaha.
Mengenai upaya mengatasi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, Purnomo mengatakan Pertamina sudah melaporkan bahwa sejak Minggu pukul 24.00, masalah tersebut sudah bisa diatasi.
"Memang tidak bisa ditangani dengan serta merta karena waktu itu yang diisi yang dekat-dekat dulu sehingga terjadi kekosongan di pinggiran," ujarnya. [*tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !