INILAH.COM, Washington Presiden Amerika Serikat Terpilih Barack Hussein Obama selalu menekankan dirinya akan berbeda dengan Presiden Bush. Namun, soal agresi Israel di Jalur gaza, lagi-lagi Obama tidak secara tegas menjawabnya.
Sikap ingin berbeda dengan Bush, ditunjukkan Obama dari pemilihan Kepala Divisi Konsultan Hukum di Departemen Hukum, yakni Daws Johnsen. Dosen Fakultas Hukum di Indiana University ini pernah menjabat pada posisi yang sama pada pemerintahan Presiden Bill Clinton.
Tugas divisi ini memberikan nasihat hukum sebagai dasar kekuatan presiden di keamanan nasional. Johnsen secara terbuka menyerang Bush, menyebutnya telah mengkorupsi pandangan idealis Amerika. "Dalam memerangi war on terror, ia malah melepaskan diri dari hukum yang telah ditetapkan Kongres," ujarnya, seperti dilansir AP, Selasa (6/1).
Johnsen juga mengutuk memo rahasia divisi tersebut mengenai izin teknik interogasi kasar terhadap tersangka kasus terorisme. Rekan seprofesi Johnsen juga mendukung pemilihan itu, mengatakan pemerintah Obama akan berbeda dengan Bush.
"Selain itu, ia berbeda 180 derajat dibandingkan penasehat Bush dan Wapres Dick Cheney," ujar Dosen Hukum di Harvard University, Laurence Tribe.
Senada dengannya, Dosen Hukum di Duke University Walter Dellinger mengatakan orang seperti Johnsen mampu mengatakan tidak atas hal yang tak disetujuinya. Sementara Obama, berharap penunjukan itu dapat memulihkan integritas dan citra agensi hukum AS yang diwarnai berbagai skandal itu. Terpenting, ia dapat mengubah cara AS menangani terorisme.
Mengenai krisis di Gaza, Obama masih saja menolak memberikan komentar. Seperti sebelumnya, Obama mengatakan dalam hal kebijakan luar negeri, hanya ada satu presiden pada satu masa. Mereka tak ingin berisiko mengirimkan sinyal yang membingungkan kepada dunia.
"Kita tidak bisa memiliki dua suara yang berasal dari AS di saat kita punya begitu banyak yang dipertaruhkan," terang Obama. Lagipula, tak banyak yang bisa ia lakukan saat ini, ketika belum duduk resmi di Gedung Putih.[vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !