inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Antiteror Obama Beda. Krisis Gaza?

Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Selasa, 6 Januari 2009 | 16:10 WIB
INILAH.COM, Washington Presiden Amerika Serikat Terpilih Barack Hussein Obama selalu menekankan dirinya akan berbeda dengan Presiden Bush. Namun, soal agresi Israel di Jalur gaza, lagi-lagi Obama tidak secara tegas menjawabnya.

Sikap ingin berbeda dengan Bush, ditunjukkan Obama dari pemilihan Kepala Divisi Konsultan Hukum di Departemen Hukum, yakni Daws Johnsen. Dosen Fakultas Hukum di Indiana University ini pernah menjabat pada posisi yang sama pada pemerintahan Presiden Bill Clinton.

Tugas divisi ini memberikan nasihat hukum sebagai dasar kekuatan presiden di keamanan nasional. Johnsen secara terbuka menyerang Bush, menyebutnya telah mengkorupsi pandangan idealis Amerika. "Dalam memerangi war on terror, ia malah melepaskan diri dari hukum yang telah ditetapkan Kongres," ujarnya, seperti dilansir AP, Selasa (6/1).

Johnsen juga mengutuk memo rahasia divisi tersebut mengenai izin teknik interogasi kasar terhadap tersangka kasus terorisme. Rekan seprofesi Johnsen juga mendukung pemilihan itu, mengatakan pemerintah Obama akan berbeda dengan Bush.

"Selain itu, ia berbeda 180 derajat dibandingkan penasehat Bush dan Wapres Dick Cheney," ujar Dosen Hukum di Harvard University, Laurence Tribe.

Senada dengannya, Dosen Hukum di Duke University Walter Dellinger mengatakan orang seperti Johnsen mampu mengatakan tidak atas hal yang tak disetujuinya. Sementara Obama, berharap penunjukan itu dapat memulihkan integritas dan citra agensi hukum AS yang diwarnai berbagai skandal itu. Terpenting, ia dapat mengubah cara AS menangani terorisme.

Mengenai krisis di Gaza, Obama masih saja menolak memberikan komentar. Seperti sebelumnya, Obama mengatakan dalam hal kebijakan luar negeri, hanya ada satu presiden pada satu masa. Mereka tak ingin berisiko mengirimkan sinyal yang membingungkan kepada dunia.

"Kita tidak bisa memiliki dua suara yang berasal dari AS di saat kita punya begitu banyak yang dipertaruhkan," terang Obama. Lagipula, tak banyak yang bisa ia lakukan saat ini, ketika belum duduk resmi di Gedung Putih.[vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.