INILAH.COM, Baghdad - Ulama Irak, Muqtada al-Sadr mendesak rakyat Irak bersatu dan menggelar operasi balas dendam terhadap pasukan Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas serangan brutal Israel di Jalur Gaza.
Pernyataan itu dikeluarkan Al-Sadr di kantornya di Najaf. Desakan ini membuat setelah kecaman bertubi-tubi diarahkan kepada Israel atas makin banyaknya korban sipil yang tewas dalam agresi mereka.
Al-Sadr juga meminta bendera Palestina dikibarkan di mesjid, gereja, dan bangunan-bangunan lain di Irak. Ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Dia juga meminta seluruh negara menutup kedutaan Israel.
Bulan lalu, Al-Sadr juga mengeluarkan pernyataan untuk melakukan protes. Para pengikutnya pun menggelar demonstrasi melawan serangan tersebut.
Tapi, menurutnya, kini langkah lebih tegas dibutuhkan. Sebab, dunia Arab hingga saat ini masih berdiam diri dan pembunuhan brutal yang dilakukan Zionis Israel bisa ditutup Amerika.
"Saya mempersilahkan pejuang-pejuang Irak yang jujur untuk melakukan operasi balas dendam terhdap musuh besar kita, Zionis," katanya, merujuk AS dan Israel.
Al-Sadr dan pasukan militannya menjadi lawan tiada henti atas kehadiran AS di Irak. Mereka terlibat pertarungan hebat pada 2004. Al-Sadr kemudian memerintahkan pejuangnya untuk mundur pada 2007. Tapi, dia menegaskan masih mempertahankan kekuatan pejuang yang lebih kecil sepanjang tentara AS masih bertahan di Irak. [I4]