INILAH.COM, Damaskus - Pejuang Hamas takkan menyerah dalam perang melawan Israel. Tingginya angka korban sipil akibat serbuan brutal Israel, justru akan memperkuat pergerakan Hamas.
Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Musa Abu Marzouk menegaskan hal tersebut di Damaskus, Suriah. Marzouk adalah salah satu komandan pergerakan militan Palestina yang memimpin dari Damaskus.
"Kami takkan menyerah. Kami harus berjuang melawan Israel dan kami akan memenangkan perang ini," kata Abu Marzouk.
Menurutnya, tingginya korban tewas di tangan Israel, justru akan memperkuat pergerakan mereka. "Kalau Israel menggunakan makna ini, itu takkan mengikis dukungan terhadap Hamas. Sebaliknya, justru meningkat. Popularitas Hamas meningkat tajam di kalangan masyarakat Palestina dan warga negara-negara Muslim di dunia," ujarnya.
Hamas, menurut Abu Marzouk, bisa saja setuju dengan perjanjian gencatan senjata. Tapi, mereka mengajukan syarat agar Mesir membuka daerah perbatasan di Rafah. Kecuali itu, Israel juga harus keluar dari Jalur Gaza dan membuka seluruh perbatasannya dengan Gaza.
Namun, Abu Marzouk menegaskan, masyarakat internasional kelitu jika berpikir bahwa Hamas yang tak mengakui Israel, akan berhenti meluncurkan roket ke negara Yahudi itu. Agar roket-roket itu berhenti meluncur, Israel harus berhenti pula menjajah tanah Palestina.
"Kalau orang lain bicara soal gencatan senjata, yang mereka katakan adalah seluruh operasi militer harus dihentikan. Tapi kami bicara soal agresi dari Israel terhadap masyarakat sipil di Jalur Gaza," tegasnya. [I4]