MAHASISWA adalah intelektual muda, sekaligus generasi penerus bangsa. Di pundak mahasiswa masa depan bangsa menjadi harapan.
Oleh karena itu, mahasiswa harus memberikan teladan dalam setiap menyelesaikan masalah. Mahasiswa yang suka bertindak kekerasan dan anarkis pantas ditindak dan dihukum.
Saya sangat setuju dengan sikap Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tidak mau berkompromi dengan mahasiswa yang suka berbuat onar, kekerasan, dan anarkhis di kampus maupun di lingkungan masyarakat.
Berbagai aksi perusakan yang dilakukan mahasiswa membuat Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Idrus A Paturusi gerah. Pihaknya tidak akan kompromi terhadap mereka yang terlibat aksi anarkis di universitas yang dipimpinnya.
Rektor menegaskan bahwa terlalu lelah menangani mereka yang merusak kampus. Padahal tanggung jawab kita tidak saja memberikan mereka ilmu, tetapi juga bekal moral sebagai insan akademis.
Sanksi berat akan dikenakan kepada mahasiswa berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat (pemecatan). Peringatan Rektor Unhas tersebut disampaikan saat menerima resmi 4.365 mahasiswa baru Unhas dalam rapat Senat Luar Biasa di Baruga Andi Pangerang Petta Rani Kampus Tamalanrea, Jumat (13/8).
Saya mengimbau kepada para mahasiswa seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa di Makassar jangan hanya meningkatkan tindakan anarkhis saja. Tetapi tolong tingkatkan mutu pendidikan anda, demi masa depan bangsa.
Saya sudah capek dan muak melaihat aksi tawuran mahasiswa yang terjadi di kampus maupun di lingkungan masyarakat. Aksi mahasiswa itu sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Sebagai intelektual muda, mahasiswa harusnya memberi teladan dan contoh yang baik bagi adik-adiknya di bangku SLTA.
Andi Fachrudin
Jl. Kebahagiaan Utara 14, Makassar, Sulawesi Selatan-90245
Email: andifachru@gmail.com [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !