ISLAM adalah agama yang bisa merahmati seluruh umatnya, sehingga cinta kasih dan kedamaian selalu harus dikedepankan. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan damai, tanpa kekerasan. Oleh karena itu, umat Islam tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain.
Gerakan Hari Pembakaran Al Quran Sedunia dipelopori kelompok Dove World Outreach Center asal Florida, Amerika Serikat. Pada peringatan sembilan tahun tragedi pengeboman World Trade Center yang jatuh pada 11 September 2010, gerakan itu berniat membakar Al Quran karena Islam dianggap bertanggung jawab terhadap tragedi 11 September.
Rencana aksi Hari Pembakaran Al Qur'an pada 11 September 2010 yang dimotori pemimpin kelompok non-denominasi di Florida AS, Senior Pastor Terry Jones, mendapat kecaman dari seluruh kelompok lintas agama di dunia. Indonesia juga sudah menyampaikan kecamannya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Ketua Presidium Agama-agama di Indonesia, Din Syamsuddin mengimbau, seluruh umat Islam di Indonesia agar tak terpancing dan tak membalas aksi Terry, jika benar dilaksanakan. Aksi itu sudah banyak yang memprotes, termasuk gereja-gereja di AS.
Biarlah kelompok Kristen fundamentalis di Amerika melakukan itu. Tidak perlu dibalas. Aksi Terry dan segelintir anggota kelompoknya, jangan sampai mengganggu hubungan baik antarumat beragama di Indonesia. Jangan sampai mengganggu harmonisasi antara umat Islam dan Kristen di Indonesia. Terry sebagai individu yang tidak paham dan tidak menjalankan ajaran agamanya dengan baik dan benar.
Majelis Ulama Indonesia atau MUI menyerukan agar umat Islam dan umat Kristiani tidak terprovokasi Gerakan Hari Pembakaran Al Quran Sedunia yang berencana membakar kitab suci umat Islam tersebut pada 11 September 2010.
Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Bergama Slamet Effendi Yusuf, mengatakan meminta agar umat Islam tidak terpancing denag provokasi ini.
Umat Kristiani di Indonesia juga bereaksi menentang gerakan provokatif tersebut. Mereka (umat Kristiani) tidak menyetujui karena kalau ini terjadi, akan ada akibat yang luas. MUI, juga meminta kepada umat Kristiani di Indonesia untuk menganjurkan umat agamanya masing-masing agar tidak terbujuk provokasi pembakaran Al Quran.
Adapun Gerakan Hari Pembakaran Al Quran Sedunia tersebut menyebar melalui jejaring sosial Facebook. Sekitar 1.500 orang telah mengeklik ikon Like gerakan tersebut di Facebook. Upaya gerakan provokatif terhadap umat beragama itu kemudian mendapat tentangan masyarakat Indonesia.
Gerakan Peduli Pluralisme menilai bahwa kampanye itu merupakan pelecehan terhadap agama Islam dan pelanggaran hak kebebasan beragama.
Tokoh Katolik Romo Franz Magnis Suseno mengecam rencana aksi pembakaran kitab suci Al Quran oleh kelompok Dove World Outreach Center pimpinan Pendeta Senior Sylvia Jones, yang berkantor di Florida, Amerika Serikat. Itu kepicikan luar biasa. Sangat memalukan komunitas itu.
Kegiatan seperti itu merupakan fundamentalisme yang sebetulnya harus diberantas, yaitu paham agama yang mendapati identitasnya dengan memusuhi dan menghina agama lain.
Tindakan membakar kitab suci merupakan penghinaan terhadap agama dan para pemeluk agama. Selain itu, tindakan itu juga menunjukkan adanya ketidakstabilan psikologi dalam menghadapi perbedaan.
Saya mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, terutama umat muslim jangan sampai terprovokasi ulah segelintir orang untuk merusak hubungan umat Islam dengan umat Nasrani. Oleh karena itu, mari kita jaga kerukunan umat di Indonesia yang masyarakatnya majemuk ini.
Mari kita gelorakan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai perekat bangsa.
Cut Anggi
Villa Ciomas Indah, Ciomas Rahayu, Ciomas, Bogor
Email: cutangiaceh@gmail.com [mor]