MALAYSIA adalah negara tetangga terdekat dengan Indonesia. Namun kedekatan wilayah sering tidak dilengkapi kedekatan sikap ramah Malayasia ke Indonesia.
Malaysia terus dan selalu melakukan pelecehan terhadap kedaulatan NKRI, dari penyerobotan wilayah seperti Sipadan dan Ligitan, pengusiran paksa terhadap nelayan Indonesia, kasus penyerobotan wilayah perbatasan laut Indonesia di Blok Ambalat, dan yang terkini adalah penahanan terhadap tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Batam dan Tanjungpinang.
Peristiwa penangkapan yang disertai sejumlah rentetan tembakan yang dilakukan oleh polisi Diraja Malayasia terjadi di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada Jumat (13/8) pukul 21.00 WIB. Buntutnya, otoritas Indonesia membawa tujuh nelayan Malaysia dan otoritas Malaysia menangkap tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
Direktur Polisi Air (Polair) Polda Kepri AKBP Yasin Kosas, menyatakan bahwa ada enam petugas gabungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batam dan Tanjung Pinang di bawah kendali DKP Provinsi Kepri melakukan patroli rutin pada Jumat (13/8) malam. Mereka menumpang satu kapal yaitu Kapal Patroli DKP Dolphin 015.
Ketika mereka melakukan pengawasan di sekitar Pulau Bintan, persisnya di ujung Pulau Bintan atau Tanjung Rakit, yang dikenal sebagai wilayah perbatasan dengan Malaysia, mereka memergoki ada lima kapal nelayan.
Menurut petugas DKP, lima kapal nelayan itu mengambil ikan di wilayah Indonesia. Ketika mereka ditangkap oleh petugas DKP, dari lima kapal itu diambil satu-dua orang, sehingga jumlahnya tujuh orang.
Mereka dipindahkan ke kapal DKP. Tiga Petugas DKP lalu pindah ke lima kapal nelayan untuk menggiring lima kapal itu ke dermaga Tanjung Pinang untuk diperiksa.
Ketika sedang bernegosiasi di atas kapal yang melaju selama 45 menit, tiba-tiba datang polisi air Diraja Malaysia. Mereka meminta agar petugas DKP melepas tujuh nelayan itu. Tapi petugas DKP tidak mau melepas dan tetap membawa tujuh nelayan untuk diperiksa.
Lagi-lagi Indonesia sebagai bangsa yang besar berdiam seribu bahasa menghadapi sikap Malaysia. Padahal Malaysia sudah berulangkali melakukan provokasi terhadap kedaulatan NKRI. Indonesia seperti tak memiliki sikap. Sebagai negara yang memiliki perbatasan langsung terhadap Malaysia, seharusnya Indonesia sadar wilayah perbatasan adalah wilayah yang sangat rawan.
Penjaga perbatasan baik wilayah laut atau darat adalah memiliki tanggungjawab yang berat, seharusnya mereka bekali peralatan yang cukup dalam menjalankan tugas-tugas rutinnya, seperti senjata atau bekal diri lainya yang memadai termasuk uang saku dan gajinya.
Terus terulangnya kasus-kasus yang memprovokasi kedaulatan NKRI harus menjadii perhatian yang serius oleh semua pihak, sehingga negara ini tidak pandang kerdil oleh Malaysia ataupun Indonesia terkesan tak memiliki wibawa di mata mereka.
Hendriwan Angkasa
Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !