inovasi portal berita
Rabu, 8 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Seks Remaja tidak Selalu Buruk untuk Kinerja Sekolah

Headline
IST
Oleh: Ediya Moralia
Senin, 16 Agustus 2010 | 21:54 WIB
INILAH.COM, Los Angeles - Ada kabar baik bagi orangtua yang khawatir bahwa kehidupan seks remaja akan mempengaruhi kinerja sekolah mereka. Hasilnya: kehidupan seks dan hasil prestasi sekolah belum tentu saling berkaitan.

Sebuah hasil studi baru yang provokatif menyimpulkan remaja yang melakukan hubungan berkomitmen dengan pasangannya tidak lebih baik atau buruk di sekolah dibanding dengan remaja yang tidak berhubungan seks dengan pasangannya.

Para peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang memiliki teman kencan kasual mendapatkan nilai lebih rendah dan memiliki masalah yang berhubungan dengan sekolah lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang abstain.

Temuan ini disajikan di pertemuan American Sociological Association di Atlanta. Hasil ini menantang beberapa asumsi bahwa remaja yang aktif secara seksual cenderung memiliki prestasi mengecewakan di sekolah.

"Ini tidak begitu banyak apakah remaja yang berhubungan seks menentukan keberhasilan akademis," kata para peneliti.

Namun hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan yang sudah bertunangan, masuk dalam hubungan serius yang pasangnya mendapat dukungan sosial dan emosional. Ini mengurangi kecemasan dan tingkat stres dalam kehidupan sehari-hari dan saat di sekolah.

"Hasil ini harusnya membuat nyaman orangtua yang mungkin prihatin bahwa remaja putra atau putri mereka berkencan," kata sosiolog Peggy Giordano dari Bowling Green State University, yang tidak memiliki peran dalam penelitian. "Seks remaja tidak akan menjatuhkan perjalanan pendidikan mereka," katanya.

Tahun lalu, hampir setengah dari siswa SMA dilaporkan melakukan hubungan seksual, dan 14% memiliki empat atau lebih pasangan. Ini hasil survei negara bagian di AS yang dirilis musim panas ini.

Untuk penelitian ini, sosiolog Davis Bill McCarthy dari University of California, dan sosiolog Eric Grodsky dari University of Minnesota menganalisis survei dan transkrip sekolah nasional terbesar sebagai studi tindak lanjut remaja yang dimulai pada tahun akademik 1994-1995.
Para peneliti mengatakan tidak banyak yang berubah dalam hal saat remaja pertama kali berhubungan seks atau sikap terhadap seks remaja di dekade terakhir.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.