INILAH.COM, Jakarta Operator selular GSM Axis membangun Base Transceiver Station (BTS) pertama di Indonesia bertenaga surya. BTS di Minas Barat Sumatera itu sebagai ambisi Axis menjadi operator terhijau.
BTS hijau pertama itu melengkapi program Reduce, Reuse, Recycle Axis, yang terus berlangsung. "Tujuan kami membantu mengurangi penggunaan sumber tenaga nasional melalui solusi inovatif dan dalam jangka panjang kami berniat mengurangi jejak karbon dan sedapat mungkin meminimalkan kerusakan lingkungan," ujar Chief Technology Officer Axis Muslim Khan dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, di Jakarta.
BTS Minas Barat ini tidak menggunakan tenaga listrik dari PLN. Sebagai gantinya digunakan 44 panel photovoltaic untuk menghasilkan total 8kW tenaga listrik di saat cuaca cerah.
Energi listrik dari matahari disimpan dalam baterai dan menjadi sumber energi saat malam hari atau cuaca berawan. Sistem ini benar-benar tidak bersuara dan tidak mengakibatkan polusi.
Axis memperkenalkan sistem hemat energi dan sistem pendingin di semua BTS-nya yang ada di seluruh Indonesia untuk mengurangi penggunaan sumber daya dan produksi CO2. Efisiensi generator berbahan bakar solar sebagai tenaga cadangan telah dikembangkan dengan mengatur secara cermat waktu pengoperasian.
Tahun ini Axis akan memperkenalkan turbin angin untuk mendayagunakan tenaga angin yang tersedia di sebagian wilayah Indonesia
Axis meluncurkan program Go Green tahun lalu dan merupakan operator yang aktif di asosiasi global GSM Green Power for Mobile Program. Axis bahkan mendapatkan nominasi untuk Green Mobile Award di Mobile Asia Congress 2008 yang baru-baru ini diselenggarakan di Macau.
Axis meluncurkan program Go Green pada Oktober 2008 dan berambisi menjadi salah satu operator telekomunikasi terhijau.[ito]