INILAH.COM, Washington Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Hussein Obama terus maju kendati banyak kalangan memprotes program pemotongan pajak dan belanja negara yang ia ajukan. Bahkan beberapa asistennya yakin bahwa program-program itu akan menciptakan 4,1 juta lapangan pekerjaan di AS.
Beberapa waktu belakangan ini, Obama beberapa kali menyampaikan sebagaian rencananya dengan stimulus sebesar US$ 775 miliar. Namun, masih belum ada rincian mengenai pemotongan pajak yang akan ia lakukan. Begitu juga alokasi dana untuk membantu negara dan pekerjaan umum.
Staf ekonominya, bahkan menolak memberikan kisaran jumlah atau hitungan kasar dalam rencana itu. Tim Presiden AS ke-44 ini juga tak ingin membatasi jumlah yang mereka ajukan kepada Kongres.
"Saya ingin realistis. Tak semua yang kami bicarakan ketika kampannye bisa dilaksanakan dalam waktu yang kita semua inginkan," ujarnya, dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC yang dilansir AP, Minggu (11/1).
Hal ini yang kedua kalinya dilakukan Obama sejak terpilih. Ia juga sempat menyatakan, akan meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan yang akan tercipta dari program yang ia rencanakan.
Namun, besaran jumlah terakhir yang ia keluarkan menuai kritik. Hal ini mengingat jumlah awal yang ia keluarkan ketika masih berkampanye adalah sejuta lapangan pekerjaan.
Analisis ini dikeluarkan dalam sebuah laporan tertulis yang juga dipublikasikan secara online, Sabtu (10/1). Pada hari yang sama, tingkat pengangguran melonjak hingga 7,2%, tertinggi selama 16 tahun belakangan.
Sebanyak 524 ribu pekerja terkena PHK selama Desember, sehingga jumlah total PHK selama 2008 mencapai 2,6 juta pekerjaan. Jumlah ini merupakan yang terbesar sejak Perang Dunia II.[vin/nuz]