Selasa, 29 Mei 2012 | 04:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wisnu Martha Adiputra
SBY Bagi-bagi Buku, Prilaku Tak Pantas!
Oleh:
web - Rabu, 18 Agustus 2010 | 12:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Isi souvenir dalam perayaan HUT RI di Istana Merdeka, Selasa (17/8) memancing reaksi publik. Pasalnya, isinya terdapat buku istri dan putera sulung Presiden SBY Agus Harimurti Yudhoyono. Bagaimana pakar komunikasi politik menilainya?
Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Wisnu Martha Adiputra menilai apa yang dilakukan Presiden SBY dengan membagi-bagi souvenir kepada tamu undangan dalam ranka HUT RI di Istana Merdeka merupakan langkah yang tak patut.
Ini jelas-jelas tidak pantas dilakukan. Harusnya kalau mau bagi-bagi buku ya misalnya tentang kemajuan Indonesia, posisi Indonesia dimana dalam konteks ke-Indonesiaan. Nah, ini buku milik keluarga, cetusnya kepada wartawan INILAH.COM R Ferdian Andi R di Yogyakarta melalui saluran telepon dari Jakarta, Rabu (18/8).
Berikut wawancara lengkapnya:
Apa komentar Anda atas aksi bagi-bagi souvenir buku istri dan anak Presiden SBY di momentum HUT RI?
Agak aneh dengan presiden kita ini. Sebenarnya acara 17-an menjadi momentum kenegaraan sehingga semestinya dihindari betul hal-hal personal termasuk keluarga. Ini jelas-jelas tidak pantas dilakukan. Harusnya kalau mau bagi-bagi buku misalnya tentang kemajuan Indonesia, posisi Indonesia, pokoknya dalam konteks ke- Indonesiaan.
Nah, ini buku milik keluarga, pasti itu jauh sekali. Presiden mengatasnamakan partainya saja kebangetan apalagi keluarganya seperti istri dan anaknya. Buku adalah media yang di-share ke publik, dicatat banyak orang, tetapi kalau buku untuk dibagi-bagi cenderung proyek narsitis, ini tidak pas.
Kalau itu disebar di luar tidak ada masalah. Tapi kalau dibagikan dalam momentum kenegaraan di Hari Kemerdekaan jelas melanggar etika dan tata krama.
Apakah Presiden SBY tergelincir di momentum HUT RI ini, karena sebelumnya, Presiden terkenal cukup hati-hati memisahkan acara partai dan kenegaraan termasuk keluarga?
Ini menambah catatan buruk pemerintahan sekarang. Saya melihat respon kelompok lain sangat negatif bahkan ada yang menyebut apa yang dilakukan Presiden SBY merupakan bagian dari politik pencitraan. Ini akan direcord terus, saya rasa bukan mengkampanyekan partainya tapi keluarganya. Kita tidak tahu apa ada motif. Ini SBY tergelincir. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
namira
Sabtu, 18 Desember 2010 | 00:44 WIB
to POCONG: naif banget lo cong, kapan Indonesia bisa maju klo pikran lo dangkal bgt,, ckckck.. lo tau ga artinya "Hidden Agenda"? .. ups sori, lo TK aja ga lu2s ya??... Baiklah, lumat tuh "Positif Thinking"
Susah Bersama Ya..
Rabu, 25 Agustus 2010 | 11:45 WIB
Mestinya Bagi2 ang pao gitu.. wong tujubelasan.
Pocong
Selasa, 24 Agustus 2010 | 01:45 WIB
Jadi orang kok bisanya cuma menghujat doang, mana bisa maju negara kita klo semua pemerintahan tidak didukung masyarakatnya... Positif tingking dong bos, kan sapa tau itu hadiah pribadi dari presiden, kan bertepatan juga ULTAH CUCU SBY yang pertama. Dari pada masyarakat beli kan SBY ngasih sodakoh. Ya pa tau kan ada yg bermanfaat gimana isi bukunya siapa tau tentang kahidupannya untuk bisa ditiru masyarakat. Jadi Orang kok negatif tinking saja.
Akram
Senin, 23 Agustus 2010 | 09:58 WIB
Hello 'Kehabisan Akal', Kalau Saya sih, saya betul2 bingung apa maksud pembagian buku keluarga itu. Oh, ya tunggu dulu, mungkin hari ultah keluarga SBY bertepatan dengan ultah negara RI? He he he
yan
Jumat, 20 Agustus 2010 | 07:12 WIB
Haus ...apa ya..minum air deh
Kehabisan Akal
Kamis, 19 Agustus 2010 | 19:06 WIB
Kasihan SBY Kehabisan akal,dan maupulah di bodohin org sekitar. habis bagi buku, bagi apalagi ????? dasar SBY udah membuang jau etika, sing yg penrting tetap berkuasa. Takut di bawah.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.