INILAH.COM, Jakarta Dewan Keselamatan Nasional (NSC) AS mendesak pelarangan penggunaan ponsel saat mengemudi termasuk menggunakan hands-free. NSC mengutip studi ponsel berkontribusi pada 6% tabrakan atau 636.000 kejadian dan menyebabkan 12.000 luka parah dan 2.600 tewas.
Dalam pengumumannya NSC tidak hanya mewajibkan pengendara kendaraan berhenti menggunakan ponsel, tapi juga mendesak perusahaan memiliki kebijakan untuk membatasi penggunaan ponsel saat berkendara.
California, negara bagian Washington, Alaska, distrik Columbia, Louisiana, Minnesota, dan New Jersey sudah memiliki hukum menggunakan ponsel tanpa hands-free saat mengendara adalah kejahatan. Proposal NSC akan mengeliminasi klausul hands-free, sehingga semua dilarang.
"Saat menelpon. Meskipun tangan di setir, kepala pada panggilan bukan mengemudi," kata Janet Froetscher, presiden dan CEO NSC.
NSC melakukan kampanye untuk mengedukasi lembaga bisnis mengenai resiko ponsel saat kerkendara. NSC melakukan kampanye pada pada 1,5 juta orang pengemudi per tahunnya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !