INILAH.COM, Jakarta - Harga BBM kembali turun untuk ketiga kalinya. Namun, kebijakan pemerintah SBY-JK itu masih diklaim sebagai prestasi individual. Golkar pun mengingatkan, agar Partai Demokrat dapat besikap arif dalam
berpolitik.
"PD harus belajar kearifan berpolitik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penurunan harga BBM itu bukan keputusan individual, tapi keputusan kolekif yang dilakukan pemerintahan SBY-JK. Tentunya hal itu tidak bisa diklaim oleh PD sendiri," kata Firman Subagyo.
Hal itu diungkapkan Ketua Harian Bappilu Partai Golkar Firman Subagyo kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (13/1).
Firman mengumpamakan seperti saat kenaikan BBM. Itu bukan kehendak JK, tapi kolekif pemerintahan.
Firman mengatakan, persoalan penurunan harga BBM ini jangan sampai membodohi rakyat dengan memberikan informasi yang tidak benar. Sebab, penurunan harga BBM ini bertujuan agar masyarakat tidak terbebani dengan adanya krisis ekonomi saat ini.
"Artinya roda perekonomian akan berjalan karena sektor industri kecil dan menengah akan bergerak dan dapat mem-back up kesulitan ekonomi saat ini. Jadi kebijakan penurunan BBM bukan kebijakan yang sifatnya single fighter," tuturnya.
Firman juga mengungkapkan bahwa isu penuruan harga BBM ini juga akan digunakan Golkar dalam berkampanye. "Tapi Golkar akan selalu menggunakannya secara sopan santun dan tidak provokatif. Golkar akan lebih menunjukkan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan kolektif pemerintah," pungkasnya. [mut/ana]