INILAH.COM, Jakarta - Turunnya harga BBM tercium ada 'bau busuk' di dalamnya oleh elit politik. Beberapa parpol mengganggap penurunan harga BBM itu berbau politis. Bahkan PAN menilai walau harga BBM turun tapi rakyat tetap miskin.
Menurut Wasekjen PAN, Viva Yoga Mauladi, turunnya harga BBM merupakan konsekuensi logis dari fluktuatifnya harga minyak dunia. Namun pihaknya menyayangkan kenapa penurunan BBM itu harus dilakukan secara bertahap.
"Dari sisi ekonomi, penuruan BBM secara gradual tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kondisi ekonomi masyarakat kecil. Kebijakan itu sebenarnya tidak baik buat upaya mensejahterakan rakyat," katanya kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (13/1).
Ia menilai, penurunan BBM secara bertahap itu memiliki efek negatif tehadap kondisi ekonomi masyarakat. Karena penurunan itu tidak disertai dengan penurunan harga sembako dan tarif transportasi.
Yoga mengingatkan, penurunan harga BBM itu seharusya lebih berorientasi kepada kepentingan masyarakat dan bukan kepada kepentingan politik pencitraan. [mut/ana]