INILAH.COM, Medan - Permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) turun sekitar 200 kiloliter per hari diduga karena konsumen dan pengusaha SPBU menghentikan pembelian menyusul rencana pemerintah menurunkan lagi harga BBM itu mulai 15 Januari.
"Hari Senin (12/1) penyaluran solar dan premium memang sedikit menurun. Hari ini (Selasa) belum tahu karena masih dicek," kata Asisten Customer Relation PT Pertamina Region I, Rustam Ajie, di Medan, Selasa (13/1).
Penyaluran solar pada Senin (12/1), misalnya hanya 2.000 kl dari biasanya 2.200 kl per hari, sedangkan premium sebesar 2.900 kl dari rata-rata normal 3.100 kl per hari.
"Pertamina tidak mempersoalkan penurunan permintaan itu, yang penting bagaimana tetap memenuhi stok di depot dan SPBU agar jangan lagi terjadi kekurangan BBM ketika harga turun," katanya.
Menghadapi rencana penurunan harga BBM per 15 Januari, Pertamina telah melakukan beberapa upaya, mulai dari pembentukan Tim Satgas sejak H-7 hingga H+7 untuk memantau kelancaran distribusi BBM di SPBU dan memastikan jumlah pasokan di instalasi/depot dalam jumlah cukup.
"Pertamina juga berkoordinasi dengan pengusaha SPBU dan Hiswana Migas Sumut agar persediaan BBM dipastikan cukup tersedia di SPBU," ujarnya. [*/cms]