INILAH.COM, Jakarta - Aktivitas sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta dan Bekasi, Selasa ini (13/1), berjalan normal setelah pengumuman pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung 15 Januari 2008.
Pantauan aktivitas SPBU yang berlokasi di Jl Kodau, Bekasi, Jl TB Simatupang di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, dan Jl Sudirman, Jakarta Selatan, terlihat berjalan seperti biasanya.
Tidak ada antrean kendaraan akibat kekosongan BBM di SPBU seperti menjelang penurunan harga BBM yang terjadi Desember tahun lalu.
Seorang pengguna kendaraan roda empat, Budi, usai mengisi premium bersubsidi di SPBU Kodau mengatakan tidak selayaknya SPBU mengosongkan BBM menjelang penurunan harga BBM.
"Pertamina harus menindak tegas SPBU yang dengan sengaja tidak menebus BBM," katanya.
Namun demikian, Budi merasa senang dengan adanya penurunan harga premium. "Terlepas penurunan harga ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah, saya merasakan dampak langsung penurunan harga ini," katanya.
Ia juga mengaku, tidak akan menahan pembelian premium sampai dengan 15 Januari mendatang.
Pemerintah telah mengumumkan akan menurunkan harga premium dan solar bersubsidi mulai 15 Januari 2009 pukul 00.00 WIB.
Harga premium akan turun RP 500 menjadi Rp 4.500 dari harga sebelumnya Rp 5.000 per liter dan solar turun Rp 300 dari Rp 4.800 menjadi Rp 4.500 per liter.
Berbeda dengan penurunan harga sebelumnya, kali ini penebusan premium dan solar bersubsidi ke depot-depot PT Pertamina (Persero) sudah memakai harga baru 48 jam sebelum pemberlakuan penurunan.
Artinya, sejak Selasa ini pukul 00.00 WIB, SPBU dapat menebus BBM ke SPBU dengan harga baru. Melalui perubahan mekanisme penebusan, tidak ada lagi kekosongan BBM di SPBU seperti waktu lalu. [*tra]