Sabtu, 26 Mei 2012 | 17:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BBM, Maju Kena Mundur Kena
Headline
inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Herdi Sahrasad
web - Selasa, 13 Januari 2009 | 21:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bagaimana harusnya seorang Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi gejolak harga minyak dunia? Menaikkan harga BBM, dia dikritik politisi dan masyarakat madani. Menurunkan harga, dia dicurigai mencari simpati.
Posisi Presiden SBY, pada akhirnya, menjadi serba salah. Tapi, semua harus diangkat dalam tataran kewajaran dan logika. Artinya, sebuah kontroversi dari sesuatu hal yang tak bisa ditolak, adalah harga yang melekat pada jabatan seorang pemimpin.
Para analis politik melihat, menjelang pemilu, Presiden SBY kian sibuk mendongkrak popularitas. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan harga BBM lagi. Penurunan harga yang dilakukan secara berangsur itu diyakini mengundang simpati bagi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
"Menurunkan harga BBM, jelas mendongkrak citra SBY," kata Ray Rangkuti, Direktur LIMA.
Tak perlak lagi, politisi PDI Perjuangan yang beroposisi, menilai SBY mempolitisasi harga BBM. SBY dinilai PDI-P telah melakukan politisasi. Di saat menjelang Pemilu 2009, dengan cara cicilan, pemerintah SBY menurunkan harganya sedikit demi sedikit. "Ini kan untuk mendongkrak popularitas," kata anggota Fraksi PDIP DPR, Maruarar Sirait.
Mantan Ketua MPR Amien Rais juga melontarkan kritik tajam. Menurutnya, kalau secara bertahap (BBM) diturunkan, ini sebagai bahan kampanye yang sangat menarik. "Menurunkan harga BBM pelan-pelan itu bahwa sesungguhnya tidak mengubah apa-apa," katanya.
Amien, mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyatakan, langkah pemerintah menurunkan harga BBM bukanlah prestasi yang harus dibanggakan. Amien meminta kepada pemerintah untuk berani menurunkan harga BBM secara signifikan.
Menanggapi kritik-kritik ini, Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mempersilahkan apa pun yang dikomantari Amien Rais terkait keputusan pemerintah yang akhirnya menurunkan kembali harga BBM. Amien Rais, kata Anas, hanya dianggap sebagai rakyat biasa yang bebas menilai kinerja pemerintah.
Ada tiga hal yang bisa mempengaruhi perubahan harga BBM, yakni harga minyak mentah dunia, kurs, dan transportasi. Dari ketiga hal itu, yang paling mempengaruhi adalah harga minyak mentah dunia yang sedang turun.
Harga premium, sebagaimana pengumuman pemerintah, turun Rp 500, dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.500 per liter (turun 25%). Harga solar turun menjadi Rp 4.500 dari Rp 4.800 per liter (18,2%). Sementara harga minyak tanah tetap. Penurunan ini mulai berlaku sejak 15 Januari 2009. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.