INILAH.COM, Jakarta - Meski Sri Sultan Hamengku Buwono X terang-terangan mendeklarasikan capres 2009, pewaris tahta Ngayogyakarta Hadiningrat ini memiliki kans besar untuk mendampingi 2 capres terkuat SBY dan Megawati Soekarnoputri. Sultan tetap keukeuh nyapres.
"Saya kan calon presiden. Saya tidak ada pembicaraan lebih lanjut, baik dengan Pak SBY maupun Ibu Megawati," kata Sultan usai acara 'Sultan Mendengar' di Warung Daun, Jakarta, Selasa (13/1).
Pada acara Rakornas Partai Pemuda Indonesia (PPI) Sabtu 10 Januari, Sultan juga direkomendasikan PPI sebagai salah satu kandidat capres yang diusung. Namun, Sultan mengaku juga belum ada pembicaraan dengan PPI.
"Saya tidak undangan untuk itu. Belum ada pembicaraan, ketemu saja belum," cetusnya.
Terkait dengan Sultan yang bertemu dengan Sukmawati Soekarnoputri, Sultan mengaku hanya melakukan silaturahmi dengan putri Presiden Soekarno itu. "Hanya sekedar silaturahmi saja, hanya sekedar berbicara dialogis saja," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Sultan juga melewatkan acara konvensi yang diadakan DIB. Sultan mengatakan bahwa pada saat itu sedang bertugas kantor daerah untuk melantik jajaran pemerintahan DIY.
"DIB kepentingan saya pribadi, Saya harus melakukan fit and proper test calon kepala dinas, kepala badan, kepala biro yang harus dilantik pada 15 Januari. Senin dan Selasa saya di Jakarta berarti saya ketinggalan Moment," pungkasnya. [nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !